Keluraga Besar Kampus Reformasi 98 Menolak Lupa Proses Sejarah
Foto : Keluarga Besar Kampus Reformasi (KBKR)

Jakarta, HanTer - Ketua Keluarga Besar Kampus Reformasi (KBKR), Tohap Silaban mengatakan, setelah pasca reformasi berlalu selama 21 tahun lamanya arah gerak perubahan yang diharapkan sangat jauh dari yang diperjuangkan karena banyak penumpang gelap. Padahal kala itu gerakan mahasiswa berhasil menjatuhkan pemerintah rezim Suharto.

"Para penumpang gelap reformasi yakni Amin Rais, Fadly Zon, Fahri Hamzah membuat arah gerak reformasi seolah-olah berjalan ditempat. Bahkan yang lebih tragis mereka mengklaim dirinya adalah para pelaku tokoh reformasi sebenarnya," ujar Tohap, dalam press konference Sarasehan Politik Reformasi 98, di Jakarta, Selasa (19/3/2019).

"Bahkan pemerintah hari ini yang dipilih secara konstitusional yang mencoba melanjutkan cita-cita reformasi,hari ini  tak luput dari rongrongan mereka dengan fitnah dan memutar balikkan fakta," sebutnya.

Menurut Tohap, mereka berusaha mengembalikan kekuatan otoriter rezim orba dengan mendukung salah satu calon presiden yang tangannya berlumuran darah para pejuang reformasi dan terindikasi dalam semua peristiwa penculikan dan penghilangan nyawa para mahasiswa dan aktivis.

"Hal tersebut menjadi beban sejarah keluarga besar kampus KBKR, sebab itu kami sepakat berkumpul kembali untuk meluruskan sejarah yang mana telah kami mulai 21 tahun yang lalu," katanya.

"Jangan lupa sejarah (jasmerah), Kami (KBKR) menolak lupa akan proses sejarah yang kami lalui, dan menjadi tanggung jawab KBKR untuk meluruskan sejarah ini secara utuh dan untuk dipertanggung jawabkan kepada rakyat Indonesia, khususnya pada generasi muda, yang saat ini dikenal dengan generasi milenial atau generasi Z, sehingga mereka tau, dan memahami, bagaimana proses perjuangan kami secara utuh," tegas Tohap.

Dia juga mengatakan, Bagaimana kami lupa dengan sejarah kawan-kawan kami yang diculik dibunuh oleh kekuasaan rezim Soeharto, mulut dibungkam, dan media dikendalikan.

"Sejarah diubah semaunya oleh kekuasaan, sekarang kami memberanikan hadir di depan rakyat Indonesia, mengungkapkan apa yang terjadi sebenarnya, dan yang kami takutkan adalah kejadian seperti ini akan muncul lagi, Harapan kami berikan kepada teman-teman mahasiswa melek kondisi politik saat ini, " pungkasnya.

KBKR tadi malam mengadakan Sarasehan Politik Reformasi 98 yang dihadiri oleh para aktivis 98 diantaranya  Adian Napitupulu, Sarbini, Bob Randilawe, Elly Salomo, Wahab Talaohu, Sayed Junaedi Rizaldi, Basuki Rahmat, Waluyo Jati dll di gedung Usmar Ismail Jalan Rasuna Said Blok C no 22 Jakarta Pusat.