Fakuktas Teknik Universitas Sahid Jakarta, Webinar Series #3

Mitigasi dan Adaptasi Sektor Pariwisata pada Era New Normal

Anugrah
Mitigasi dan Adaptasi Sektor Pariwisata pada Era New Normal
Fakultas Teknik Usahid Jakarta, kembali mengadakan Webinar Series #3, Rabu 22 Juli 2020, dengan tema; "Mitigasi & Adaptasi Sektor Pariwisata Pada Era New Normal". 

Jakarta, HanTer - Fakultas Teknik Usahid Jakarta, kembali mengadakan Webinar Series #3, Rabu 22 Juli 2020, dengan tema; "Mitigasi & Adaptasi Sektor Pariwisata Pada Era New Normal". 

Para Pembicara pada Webinar yang diawali sambutan dari Rektor Usahid Jakarta, Prof. Dr. Ir. Kholil, M.Kom ini  adalah, R. Kurleni Ukar (Deputi Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif RI),  Bernard Hasibuan, Ph.D (Peneliti Bidang Pariwisata Usahid), Afrial Rosya (Direktur Peringatan Dini BNPB Pencegahan BNPB RI) dan  Drs. Teguh Hartono (Koordinator Pelaksana Bogor Eco Sustainable Tourism). Selaku Moderator, Dr. Marningot Situmorang, M.Si.

Mitigasi dan Adaptasi Kebiasaan Baru dikalangan Pelaku Pariwisata, disampaikan oleh Drs.Teguh Hartono. Dalam paparannya menyatakan, pada dasarnya pelaku pariwisata berusaha mematuhi peraturan dan menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan untuk memutus penyebaran Covid-19. 

Fakta di masyarakat dengan adanya euphoria  keinginan untuk berwisata yang sangat tinggi kecenderungan masyarakat terhadap kelompok yang disiplin mematuhi protokol kesehatan, dan juga terdapat kelompok yang kurang mematuhi protokol kesehatan. 

Dengan kondisi tersebut, disarankan adanya upaya contoh-contoh dari tokoh masyarakat sebagai panutan, sosialisasi dan pemberian sanksi atau penegakan hukum dari yang  ringan, sedang dan denda agar masyarakat  dapat lebih tertib disiplin mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Adaptasi Kebiasaan Baru pada Sektor Pariwisata, disampaikan oleh Afrial Rosya (Direktur Peringatan Dini - PNPB). Antara lain, memaparkannya, bahwa kunci keberhasilan dalam membangkitkan kembali gairah pariwisata pada situasi Pandemi Covid-19, harus memperhatikan tiga aspek utama, yaitu rasa aman, sehat dan aman.

Tiga aspek  tersebut yang kemudian menjadi tolak ukur kepercayaan para wisatawan baik domestik atau mancanegara terhadap sebuah destinasi wisata ditengah Pandemi.  

Eksplorasi Pandangan Masyarakat  Terhadap Wisata era Kenormalan Baru, disampaikan oleh Bernard Hasibuan, Ph.D (Peneliti Pariwisata - Dosen Fakultas Teknik Usahid Jakarta). Antara lain memaparkan, pada masa transisi, ada perspektif lain yang menjadi pertimbangan pemilihan destinasi wisata, yaitu faktor safety. Secara umum destinasi wisata  yang diminati masyarakat  sebelum Pandemi  dan setelah masa transisi relatif sama, yaitu;  Wisata Alam dan Adventure, Sejarah dan Religi, Kuliner dan Belanja dan lain-lain. 

Aktivitas  pengganti alternatif wisata pada masa pandemi Covid-19 adalah, Bermain Dengan Keluarga, Memasak atau Berinovasi Dalam Memasak, Aktif di Sosial Media,  Wisata Virtual, Belanja Online, Bermain Game Online, dan lainnya.

Kurlaeni Ukar, MSc (Deputy Bidang Kebijakan Strategis  Kementerian  Parisiwata dan Ekonomi Kreatif/ Badan  Pariwisata dan Ekonomi Kreatif),  antara lain memaparkan,  Mitigasi Pariwisata melalui 6 strategi tahap pemulihan yaitu;

1. PUT THE PEOPLE FIRST, Prinsip manajemen yang mengedepankan  kebersihan, kesehatan, keamanan dan keselamatan wisatawan dan SDM Pariwisata  agar relevan dengan new normal pasca.

2. AKTIVASI KANAL KOMUNIKASI RECOVERY YANG EFEKTIF,  Upaya untuk mempertahankan citra positif pariwisata dan media resilensi kolektif untuk SDM terdampak.

3. STIMULUS PERMINTAAN, Intervensi Pemerintah agar terjadi kenaikan disisi permintaan. Intervensi bisa dimulai dari tahap dreaming sampai tahap booking.

4. FOKUS PADA DESTINASI UTAMA, Menjadikan Bali, Kepri, DI Jogyakarta dan DKI Jakarta sebagai mercusuar program pemulihan dan titik awal akseleratif pemanfaatan  idle capacity dan efek berganda terhadap destinasi didaerah lainnya.  Pembangunan DSP tetap berjalan.

5. UTAMAKAN WISATAWAN DOMESTIK, Utamakan Wisnus dengan kategori millennial dan menengah atas. Mengembangkan produk yang bersifat  ekslusif (private), berbasis alam/ outdoor living, welness, dan menyediakan  fleksibilitas booking.

6. FOKUS PADA 3 SUBSEKTOR  UTAMA EKRAF DAN HOTEL,  Fokus pada 3 sektor unggulan EKRAF yakni, kuliner,  Fesyen, dan Kriya karena memiliki kontribusi  ekonomi yang paling besar,  berfungsi menjadi trigger  sekaligus lokomotif pariwisata  didestinasi. Oleh karenanya Fakultas Teknik khususnya Teknik Lingkungan Usahid mempunyai kekhususan  dalam  bidang perancangan dan pengelolaan kawasan wisata yg berkelanjutan.