Mahasiswa Datangi Bareskrim Minta Tuntaskan Kasus Denny Indrayana, Ada Apa Nih?

Safari
Mahasiswa Datangi Bareskrim Minta Tuntaskan Kasus Denny Indrayana, Ada Apa Nih?
Kali ini aksi tersebut datang dari kelompok mahasiswa mengatasnamakan Formasi Mahasiswa Sosial yang mendatangi Gedung Mabes Polri, Kamis (13/8/2020).

Jakarta, HanTer  - Aksi mendesak Bareskrim Mabes Polri untuk menuntaskan dugaan skandal payment Gateway 2014 yang melibatkan mantan Wamenkumham Denny Indrayana terus berlanjut. Kali ini aksi tersebut datang dari kelompok mahasiswa mengatasnamakan Formasi Mahasiswa Sosial yang mendatangi Gedung Mabes Polri, Kamis (13/8/2020).

"Kami meminta Bareskrim Mabes Polri untuk usut tuntas dugaan skandal Denny Indrayana," tegas Gusto.

Menurut dia, tidak ada siapapun yang bisa kebal hukum di negeri ini, termasuk Denny Indrayana.

"Jangan mentang-mentang beliau mantan Wamenkumham kemudian dibiarkan begitu saja," jelasnya.

Kata dia, menjadi ironi jika Denny tidak diproses maka tidak sesuai dengan asas equality before the law. Harusnya, tidak ada perbedaan didepan hukum, semua harus sama. 

"Maka kami meminta untuk skandal Payment gateway segera diusut tuntas kasus tersebut oleh pihak Bareskrim polri. Mengingat sudah banyak saksi yang diperiksa oleh Bareskrim Mabes Polri namun kasus ini berhenti begitu saja. Kami minta untuk terus melanjutkan hukum yang menimpa Denny Indrayana," pungkasnya.

Kasubdit II Dittipikor Bareskrim Polri yang kala itu dijabat Kombes Joko Purwanto menyebut, tersangka dugaan korupsi payment gateway di Kemenkumham 2014 tidak hanya mantan Wamenkumham Denny Indrayana. Penyidik membuka peluang menjerat tersangka lain selain Denny.

"Tidak hanya satu. Nanti ada lagi (tersangka)," kata Kasubdit II Dittipikor Bareskrim Polri Kombes Joko Purwanto.

Apalagi, kata dia, Denny tak hanya dijerat pasal korupsi. Sebab, penyidik juga menjerat Denny dengan pasal 55 KUHP dalam kasus ini. Karenanya, diduga Denny tidak sendiri melakukan perbuatan tersebut. "Kan ada pasal 55 KUHP," tegas Joko.

Menurut dia, penetapan tersangka baru itu akan dilakukan setelah berkas Denny dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Agung. Saat ini berkas Denny sudah dilimpahkan ke Kejagung lagi. Denny dijerat pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 dan pasal 23 UU Pemberantasan Korupsi juncto pasal 421 junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. Namun selama proses penyidikan Denny tak ditahan penyidik.