Antara Lain Ba’asyir, Bahar bin Smith, Syahganda

Siap Rekonsiliasi, Rizieq: Bebaskan Ulama dan Tokoh Masyarakat Korban Kriminalisasi Dari Dalam Penjara

Safari
Siap Rekonsiliasi, Rizieq: Bebaskan Ulama dan Tokoh Masyarakat Korban Kriminalisasi Dari Dalam Penjara

Jakarta, HanTer - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab bersedia melakukan rekonsiliasi dengan pemerintah dengan syarat, para ulama dan tokoh masyarakat yang dikriminalisasi dibebaskan. Mereka antara lain ustadz Abu Bakar Ba'asyir, Habib Bahar bin Smith, Syahganda, Anton Permana, dan Jumhur Hidayat.

“Hal ini agar tidak terjadi lagi kriminalisasi terhadap ulama dan tokoh masyarakat. Bebaskan para habaib, para tokoh kita. Masih banyak para ulama-ulama kita yang menderita di penjara, bebaskan ustaz Abu Bakar Ba'asyir yang sudah sepuh, Habib Bahar bin Smith, Syahganda Nainggolan, Anton Permana, Jumhur Hidayat," kata Rizieq yang dikutip di kanal Youtube Front TV, Kamis (12/11).

Tak hanya itu, Rizieq juga meminta agar membebaskan para buruh dan mahasiswa yang ditangkap oleh kepolisian saat menggelar aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu. 

“Kami siap kapan saja rekonsiliasi, siap damai dan tak ingin membuat kegaduhan apapun di Indonesia. Tapi stop kriminalisasi ulama. Tunjukkan niat baik. Kita siap damai, kita siap dialog," ujar Rizieq.

Meski demikian, Rizieq memberikan syarat agar dialog yang nantinya bisa berjalan dengan pemerintah harus dua arah. Ia juga berharap pemerintah bisa mendengarkan aspirasi-aspirasi dari para ulama dalam membangun Indonesia ke depannya.

"Pemerintah maunya apa dari umat, dari habait ulama. Sampaikan kami dengar. Kami siap banget. Setelah anda bicara dengarkan juga kami bicara. Karena dialog itu dua arah. Kalau satu arah namanya monolog," kata Rizieq.

Didukung 

Sementara itu Anggota Komisi I DPR Fadli Zon menyatakan mendukung syarat rekonsiliasi yang diajukan Rizieq Shihab kepada pemerintah untuk berdialog.

"Saya kira memang harus dibebaskan lah tokoh-tokoh itu. Seperti Habib Bahar [bin Smith] ya dicari-cari, apalagi dicari-cari dari awal menurut saya kelihatan sekali. Saya kan yang menerima laporan, bahkan saya menjenguk Habib Bahar Smith. Jadi jelas kriminalisasi kok," kata Fadli.

Selain Bahar Smith, Fadli juga menyinggung soal sejumlah pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) seperti Syahganda Nainggolan serta Jumhur Hidayat yang saat ini juga berada dalam penjara.

"Kalau memang kita mau membuka lembaran baru ke depan, itu sebaiknya kita berlaku adil, pemerintah juga berlaku adil," ujar Fadli.

Menurutnya, syarat rekonsiliasi yang diajukan Rizieq itu adalah aspirasi dari umat islam di Indonesia. "Saya kira aspirasi itu mewakili puluhan juta umat Islam, ratusan juta umat Islam di Indonesia gitu. Itu adalah fakta dan saya kira itu harus di hargai begitu," katanya. 

Tak Ada Kriminaliasi

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menegaskan tak ada istilah kriminalisasi seperti yang dituduhkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab kepada pemerintah soal kriminalisasi terhadap sejumlah ulama.

Menurut Moeldoko, negara justru melindungi seluruh warga negara dan bukan sengaja membuat seseorang menjadi kriminal.

"Sebenarnya istilah kriminalisasi ulama itu tidak ada, kita tidak mengenal itu. Kita tidak mau ulama dikriminalisasi. Jadi pertanyaannya siapa yang dikriminalisasi? Yang salah," kata Moeldoko melalui rekaman suara yang diterima, Kamis (12/11).

Moeldoko menuturkan bahwa tindakan hukum kepada seseorang didasarkan pada bukti-bukti. Namun ia menegaskan bahwa penindakan hukum terhadap seseorang tak serta merta dilabeli dengan kriminalisasi.
Mantan Panglima TNI ini menilai penggunaan kata kriminalisasi cenderung tendensius dan membuat arti berbeda.

"Terus yang salah siapa yang enggak ngerti. Apakah dia ulama, apakah dia ini. Tapi jangan terus bahasanya kriminalisasi ulama. Bukan, enggak, kriminalisasi yang salah," ujarnya.