ICMI: TNI Harus Tunjuk Hidung Siapa Perusak Persatuan 

Safari
ICMI: TNI Harus Tunjuk Hidung Siapa Perusak Persatuan 

Jakarta, HanTer - Pernyataan Panglima TNI dan tiga kepala staf dalam video yang viral terkait siapa yang ganggu persatuan bangsa akan berhadapan dengan TNI membuat sejumlah pihak bertanya-tanya. Alasannya pernyataan tersebut ditujukan ke siapa, dimana, bagaimana dan apa maksudnya sehingga tiba-tiba mengeluarkan pernyataan tersebut.

Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat, Anton Tabah Digdoyo mengatakan, jika mengumumkan sesuatu maka harus jelas dan tegas terhadap apa yang diumumkan. Oleh karena itu pengumuman tersebut jangan membuat publik bingung. Tunjuk hidung saja siapa yang menganggu persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Bagaimana dan siapa pengganggu persatuan tersebut? Apakah ustad atau ulama? Ustad yang mana siapa kenapa. Segalanya harus terukur," ujar Anton Tabah Digdoyo via telpon Senin (16/11/2020).

Anton yang juga Dewan Penasehat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini menegaskan bangsa Indonesia sudah sepakat sejak awal berdiri NKRI bahwa perusak persatuan paling nyata adalah yang hendak mengubah Pancasila, UUD 1945 dan dasar negara KeTuhanan Yang Maha Esa. Dari dasar - dasar negara itu tampak jelas bahwa perusak persatuan itu yang pro komunis yang membangun hubungan mesra dengan negara komunis. 

Tak Ada Respon

Sementara itu, Sastrawan Politik, Ahmad Khozinudin juga mempertanyakan, apa maksud Panglima TNI tersebut. "Ketika OPM mengoyak persatuan, mencabik-cabik kedaulatan, dan membunuh warga sipil, polisi hingga anggota TNI, tak ada respons seheboh ini. Pun demikian, ketika kedaulatan laut Indonesia di Laut Cina Selatan diterobos Tiongkok, Panglima TNI juga masih terlihat adem," jelasnya.

Dia meminta Panglima TNI tunjuk hidung, siapa itu yang merusak persatuan. Jangan mengedarkan narasi ambigu yang menimbulkan berbagai praduga ditengah umat. “Tegas saja sebut yang memecah persatuan dan berbahaya bagi kedaulatan Negara itu,” ujarnya.

Diketahui, Panglima TNI Hadi Tjahjanto pada konferensi pers pada Sabtu (14/11/2020) di Subden Denma Mabes TNI, Jakarta, menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan demi stabilitas nasional.  

“Untuk itu, jangan kita biarkan persatuan dan kesatuan bangsa itu hilang atau dikaburkan oleh provokasi dan ambisi yang dibungkus dengan berbagai identitas,” kata Hadi sebagaimana dikutip dari akun Instagram Puspen TNI. Hadi juga menambahkan, semua prajurit TNI adalah alat utama pertahanan negara.

“Ingat, siapa saja yang mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa akan berhadapan dengan TNI,” tegas Hadi.

#TNI   #konflik   #NKRI