Advokat: Penangkapan 114 Buronan Bukti Kejaksaan Komitmen Tegakkan Hukum

Zamzam
Advokat: Penangkapan 114 Buronan Bukti Kejaksaan Komitmen Tegakkan Hukum
Rudianto Manurung SH,MH dan CLA

Jakarta, HanTer - Advokat muda Rudianto Manurung SH, MH dan CLA menilai kinerja tim tangkap buronan (tim tabur) Kejaksaan yang telah membekuk 114 buronan sebagai bukti nyata Kejaksaan berkomitmen melakukan penegakan hukum.

"Buronan yang ditangkap tidak hanya yang menarik perhatian publik atau perkara yang besar-besar, tetapi juga buronan yang memang harus menjalani pidana. Equality before the law diterapkan," ujar Rudi di Jakarta, Minggu (22/11/2020).

Menurutnya persamaan setiap orang di muka hukum (equality before the law) yang kini dilaksanakan tim tabur, patut diapesiasi. Tim tabur bekerja profesional jauh dari pencitraan.

"Tantangan atau promosi tentu perlu diberikan agar menjadi contoh bagi jaksa-jaksa lain. Tujuannya agar jaksa lain terpacu berkontribusi lebih baik kepada korps Adhyaksa," ujarnya.

Mantan wartawan  yang kerap menjadi kuasa hukum oknum jaksa tersandung masalah hukum itu, menyatakan kinerja tim tabur semakin membuktikan jaksa masih banyak yang bisa bekerja dengan baik, dan tidak seburuk yang dibayangkan sebagian pihak.

Sebelumnya tim tabur dibawah kendali Jamintel Sunarta kembali menciduk
buronan Ayong alias Oenardi dan  Arief Zailani. Keduanya adalah buronan yang ke-113 dan 114 yang berhasil ditangkap pada Kamis dan Jumat (20/11/2020).

Arief Zailani merupakan buronan perkara tindak pidana korupsi Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau. Warga
Jl. Manggis 1 RT. 006 / RW. 007 No. 04 Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan ditangkap tanpa perlawanan di Palm Residences Summarecon Bekasi, Jawa Barat. Jumat (20/11/2020) sekitar pukul. 09.30 WIB menjadi hari naas bagi Arief Zailani.

Arief Zailini ditetapkan sebagai tersangka  erdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau Nomor: Print-05/L.10/Fd.1/07/2019 tanggal 18 Maret 2019.

Dia  merupakan tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Alat Praktek Otomotif Rekayasa pada Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau TA. 2018 yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp. 777.200.000,00.

Terpidana Ayong

Pada Kamis (19/11/2020), tim tabur Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Kejaksaan Negeri Barru yang bekerjasama dengan Tim Tabur Kejaksaan Agung dan Tim Tabur Kejaksaan Negeri Makassar, telah berhasil menangkap terpidana Oenardi alias Ayong di Perumahan Taman Toraja Jalan Danau Poso Nomor 75 Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 23.15 WITA.

Ayong merupakan buronan perkara tindak pidana korupsi Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Awerangnge Tahap I Tahun Aanggaran 2005 di Kabupaten  Barru yang merugikan negara Rp300 juta. Ayong adalah Direktur PT Ardywira Primakarsa.

Setelah melalui proses persidangan dan upaya hukum, Ayong diputuskan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama melanggar pasal 3 UU Tipikor Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dengan pidana penjara selama 2 tahun.

"Putusan itu sesuai dengan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia (MARI) Nomor : 254 K/ Pid.Sus/ 2011 tanggal 27 Mei 2011," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono, SH,.MH, Jumat (20/11/2020).

Hari menyebut, awalnya ketika putusan Mahkamah Agung RI tersebut diterima oleh Jaksa pada Kejaksaan Negeri Barru, karena telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap maka perkara tindak pidana korupsi atas nama Ayong hendak dilaksanakan eksekusi sesuai isi putusan.

"Namun terpidana Ayong tidak kunjung memenuhi panggilan Jaksa untuk hadir ke Kantor Kejaksaan Negeri Barru, kendati sudah dipanggil secara patut 3 kali berturut-turut tanpa keterangan yang dapat dipertanggung-jawabkan. Karena tidak memenuhi panggilan maka nama Ayong dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan dinyatakan buron," jelasnya.

Hari menuturkan, saat program Tabur 3.11 diaktifkan dan digalakan kembali di Tahun 2020 diperoleh informasi bahwa Ayong terpantau berada di kawasan Gunung Mbambapuang hingga kemudian pergerakan Ayong diikuti oleh Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Perburuan terhadap Ayong dibawah koordinasi Asisten Intelijen dan dipimpin oleh Koordinator pada Asintel.

"Amg anggota Tim Tabur juga diisi para kasi, jaksa fungsional dan staff bersama Tim Tabur dari Kejaksaan Negeri Barru serta dibantu Tim Tabur dari Kejaksaan Negeri Makassar," papaprnya.

Setelah dapat dipastikan titik kordinat Ayong, maka Tim Tabur langsung menangkap dan mengamankannya tanpa perlawanan berarti. Saat ini Ayong telah ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Barru guna menjalani hukuman penjara sesuai putusan tersebut.

"Keberhasilan penangkapan buronan pelaku kejahatan oleh Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Kejaksaan Negeri Barru kali ini, merupakan buronan ke - 113 di tahun 2020 yang berhasil diamankan oleh Tim Tabur Kejaksaan RI. dari berbagai wilayah baik kategori tersangka, terdakwa, maupun terpidana," paparnya.

Diketahui Program Tangkap Buronan (Tabur) 3.11 digulirkan oleh bidang Intelijen Kejaksaan RI dalam memburu buronan pelaku kejahatan baik yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan maupun instansi penegak hukum lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Melalui program ini, kami menyampaikan pesan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan," pungkasnya.