Senator ProDem: HRS Ditangkap Percepat Kejatuhan Jokowi

Alee
Senator ProDem: HRS Ditangkap Percepat Kejatuhan Jokowi

Jakarta, HanTer - Terdengar kabar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) akan ditangkap terkait sepak terjangnya selama ini yang kerap mengkritik pemerintah. 

“Jika benar HRS ditangkap, setidaknya ada dua hal yg kemungkinan besar bisa terjadi, yaitu ; Pertama, akan terjadi percepatan "pembusukan politik" dari dalam sistem kekuasaan, yang bisa mempercepat kejatuhan Jokowi,” kata Senator Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Standarkiaa Latief dalam keterangannya, Selasa (24/11/2020).

Kedua, kata alumni Ilmu Politik Universitas Nasional ini, jika benar HRS ditangkap, berarti semakin membenarkan arus kritik yang menguat selama ini bahwa demokrasi di Indonesia telah hancur. Demokrasi hanya sebatas retorika politik kekuasaan tanpa makna. 

“Demokrasi telah berubah ke arah otoritarian, yaitu sistem pemerintahan yang ditegakan berdasarkan kekuatan dan kehendak penguasa. Implementasi aturan hukum berubah menjadi hukum yang diatur sesuai selera penguasa,” kata Kiaa, sapaan akrabnya.

Kiaa mencontohkan, disahkannya RUU CIPTAKER Omnibuslaw menjadi UU No.11 tentang Cipta Lapangan Kerja yang telah menabrak setidaknya 70-an aturan hukum yang berlaku saat ini. Juga dipaksakannya pemberlakuan UU No.2 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara Dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Covid-19. UU ini biasa juga disebut UU tentang Corona.

“Pada akhirnya jika benar terjadi penangkapan terhadap HRS, dengan beragam alasan yang telah dipahami masyarakat luas sebagai rekayasa konspiratif rezim Jokowi, inilah fase akhir dari demokrasi Indonesia,” ungkapnya.

Dia mengatakan, perilaku kekuasaan yang semakin represif terhadap HRS menunjukan kepanikan luar biasa dalam rezim Jokowi. HRS merupakan simbol oposisi sejati terhadap sistem kekuasaan sekarang. Dimana pola kepemimpinan negara kental bermuatan pengaruh infiltrasi kekuatan eksternal asing.