DPR dan Susi Sudah Minta Ekspor Benih Lobster Dihentikan

Alee
DPR dan Susi Sudah Minta Ekspor Benih Lobster Dihentikan

Jakarta, HanTer - Ribut-ribut soal kebijakan ekspor benih lobster atau benur sudah terjadi setahun lalu, 2019. Terkait hal ini, sejumlah kalangan sudah memperingatkan agar Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo menghentukan ekspor benur, diantaranya mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

Susi menyebut lobster dewasa memiliki nilai ekonomi yang tinggi dibandingkan menjual bibit lobster. Bahkan, kata Susi, harga benih lobster per ekor hanya Rp139.000, sementara jika sudah dewasa akan mencapai minimal Rp5 juta per ekor.

Wacana ekspor benur tersebut kemudian ditentang sejumlah kalangan karena dinilai bakal merugikan nelayan dan meminta KKP lebih memilih budidaya terlebih dahulu. Dan, akibat kegaduhan tersebut Edhy Prabowo sempat membatalkan wacana tersebut.

Permintaan menghentikan ekspor benur juga disampaikan Komisi VI DPR. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengatakan dirinya sudah memperingatkan kepada KKP khususnya Menteri Edhy Prabowo untuk menghentikan kebijakan ekspor benih lobster karena akan merugikan bangsa Indonesia dan mengganggu keberlanjutan ekosistem.

"Saya sudah menyuarakan ketidaksetujuan atas kebijakan ekspor benih lobster. Lalu rapat Komisi IV DPR terakhir ini telah memberikan rekomendasi penghentian ekspor benih lobster yang nyata-nyata melakukan manipulasi data ekspor," kata Dedi di Jakarta, Rabu *25/11/2020), dilansir Antara.

Dia mengatakan, ada atau tidak ada kasus penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo, kebijakan ekspor benih lobster harus dihentikan karena hanya mendatangkan kerugian bagi bangsa Indonesia

Dedi menjelaskan ada tiga alasan mendasar kebijakan tersebut harus ditolak, pertama, benih lobster merupakan bagian dari ekosistem laut yang harus dijaga kerberlangsungannya.

"Walaupun jumlahnya ada 2 miliar benih, yang terpenting adalah benih lobster merupakan bagian dari ekosistem laut, biarkan tumbuh dan berkembang sendiri agar menjadi lobster tangkapan dan harganya mahal sehingga menguntungkan para nelayan," ujarnya.

Kedua menurut dia, benih lobster itu ibarat anak-anak, sehingga tidak boleh dieskploitasi namun harus disayangi.

Dia menjelaskan alasan ketiga adalah, benih lobster banyak dikirim ke Vietnam, padahal negara itu dari sisi aspek ekonomi merupakan kompetitor Indonesia di bidang perikanan dan laut.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut menangkap Menteri KKP Edhy Prabowo dan beberapa orang lainnya di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten pada Rabu (25/11) dini hari.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan penangkapan Menteri Edhy itu terkait dugaan korupsi penetapan izin ekspor baby lobster.

"Yang bersangkutan diduga terlibat korupsi dalam penetapan izin ekspor baby lobster," ucap Ketua KPK Firli Bahuri melalui keterangannya di Jakarta, Rabu. 

#Korupsi   #kkp   #lobster   #susi