Kasus Suap Edhy Prabowo, Anggota Tim Pemenangan Jokowi Menyerahkan Diri 

Safari
Kasus Suap Edhy Prabowo, Anggota Tim Pemenangan Jokowi Menyerahkan Diri 

Jakarta, HanTer - Dua tersangka buronan kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya adalah staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Andreau Pribadi Misanta dan pihak swasta Amiril Mukminin. Kedua tersangka tersebut menyerahkan diri sekitar pukul 12.00 WIB.

"Siang ini sekira pukul 12.00, kedua tersangka APM (Andreau Pribadi Misanta) selaku staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga bertindak selaku Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster pada Kementerian KP, dan AM (Amiril Mukminin) pihak swasta secara kooperatif telah menyerahkan diri dan menghadap penyidik KPK," kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Ali mengatakan saat ini kedua tersangka sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Ali mengatakan setelah menjalani pemeriksaan, penyidik akan melakukan penahanan terhadap kedua tersangka menyusul lima orang tersangka lainnya pasca penangkapan pada Rabu (25/11/2020) dini hari kemarin. Kelima tersangka ditangkap di tempat yang berbeda yakni di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, dan Depok, Jawa Barat.

Diketahui Andreau Pribadi Misata yang menyerahkan diri ke KPK disebut memegang peranan penting dalam ekspor benih lobster, termasuk penunjukkan perusahaan jasa kargo. 

Selain menjadi calon anggota legislatif, Andreau menjadi anggota tim pemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Hal tersebut terungkap dalam dalam akun Instagramnya. Ia memajang swafoto bersama Presiden Joko Widodo dan ketua tim kampanye saat itu, Erick Thohir. Dia juga memamerkan foto bersama politikus senior PDIP, Aria Bima, yang ia sebut sebagai mentor dalam berpolitik.

Berdasarkan data di situs kpu.go.id, Andreau adalah caleg PDIP yang menduduki nomor urut 10 di daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VII yang meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. Namun, pria kelahiran Makale 17 Januari 1986 itu gagal lolos ke Senayan. Setelah gagal melenggang ke Senayan, Andreau ditunjuk sebagai Staf Khusus Edhy Prabowo awal tahun ini. 

Jangan Korupsi 

Ketua Komisi Pengamat Korupsi Ahmad Rijal Ilyas, mengingatkan kepada seluruh pejabat negara yang dipercayai menduduki posisi apapun untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi, pasalnya KPK mempunyai infrastruktur yang lengkap. Sehingga bagi koruptor yang memanipulasi data dan kabur ke berbagai tempat pun akan dapat ditangkap KPK.

"Janga coba-coba korupsi, kemanapun kalian lari pasti bakal kena, KPK digaji negara memang fokus memberantas korupsi, mereka bisa lakukan apapun yang tidak diketahui yang lain, alat mereka dan infrastruktur KPK pasti lengkap," kata Rijal kepada Harian Terbit, Kamis (26/11/2020).