Masalah Besar Indonesia yang Terkesan Diabaikan: Angka Kemiskinan dan Pengangguran Melonjak, Hukum Tebang Pilih

Alee
Masalah Besar Indonesia yang Terkesan Diabaikan: Angka Kemiskinan dan Pengangguran Melonjak, Hukum Tebang Pilih
Ilustrasi (ist)

Jakarta, HanTer - Pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dinilai terkesan mengabaikan masalah-masalah besar yang sedang dihadapi bangsa ini. Masalah besar itu, antara lain semakin meningkatnya kemiskinan, pengangguran, lemahnya penegakan hukum. Hukum tampak tebang pilih, tajam ke bawah tumpul ke atas.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menyayangkan bila pemerintah terlalu terkuras energinya untuk menghadapi persoalan radikalisme dan intoleransi. Padahal seluruh masyarakat sudah sepakat bahwa kita tidak setuju dengan tindakan-tindakan yang bersifat radikalis dan intoleran.

"Persoalan bangsa ini sangat banyak di samping pemerintah harus menghadapi masalah radikalisme dan intoleransi," kata Anwar dalam keterangan resmi, Sabtu (2/01/2021).

Tebang Pilih

Menurut Anwar, sejumlah persoalan besar yang seharusnya diselesaikan oleh pemerintah saat ini. Diantaranya, masalah penanganan virus corona di mana jumlah yang terinfeksi dan meninggal dunia tampak masih sangat tinggi. Bahkan memperlihatkan kecenderungan yang semakin meningkat. 

Kemudian masalah ekonomi akibat pandemi menyebabkan masyarakat takut keluar rumah. Hal itu menyebabkan roda perekonomian terganggu bahkan menyebabkan terjadinya resesi ekonomi hingga meningkatnya kemiskinan.

Selanjutnya, masalah lemahnya penegakan hukum. Saat ini menurutnya, masyarakat bingung untuk mencari dan mendapatkan keadilan karena hukum tampak tebang pilih saat ini. "Sangat tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas," kata dia.

Dia juga melihat meningkatnya pengaruh China di Indonesia yang menyebabkan pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak. Hal itu menyebabkan tenaga kerja asing dari China bisa dengan mudah keluar masuk Indonesia dalam jumlah besar.

"Mereka masuk ke daerah dalam jumlah yang besar padahal rakyat di daerah mereka banyak yang menganggur dan butuh pekerjaan," kata dia.

"Oleh karena itu, karena persoalan bangsa ini sangat banyak di samping pemerintah harus menghadapi masalah radikalisme dan intoleransi," kata Anwar.

Kemiskinan

Sementara itu, ekonom senior Rizal Ramli melalui akun Twitternya, menilai persoalan utama rakyat saat ini adalah kemiskinan, pengangguran dan keadilan.

Pemerintah dinilai telah melakukan hal-hal yang memicu banyak persoalan baru. Kalau demikian, maka kondisi akan terus menurun.

"Bukan fokus selesaikan masalah utama rakyat: kemiskinan, pengangguran dan keadilan ... eh malah ribet ciptakan masalah-masalah baru. Pantes nyungsep," kata Rizal Ramli melalui akun Twitternya, @RamliRizal, Kamis (31/12/2020).

Cuitan Twitter direspons para pengguna media sosial Twitter. Komentar pun ramai di dalam kolom komentar Twitter Rizal. "Benar....Pak RR," cuit pemilik akun @WaiAli2 mendukung pernyataan Rizal.

Adapula netizen yang meyakini Rizal Ramli mengetahui cara agar Indonesia bangkit mengatasi berbagai persoalan. Namun, Rizal diminta untuk bersabar sampai tahun 2024.

"Abang Rizal Ramli saya yakin tahu bagaimana caranya bertahan dalam pandemi dan untuk bangkit sesaat pandemi usai. Tapi tunggu dulu bang, tahan..tahan..tahan. Nanti saja jurusnya dipakai 2024. Insya Allah," cuit pemilik akun @marwah_melayu.