Jabatan Mensos Bukan Untuk Pencitraan, Blusukan Risma Hanya Buang-Buang Waktu

Sammy
Jabatan Mensos Bukan Untuk Pencitraan, Blusukan Risma Hanya Buang-Buang Waktu
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat menemui PPKS di Tirtayasa, Jakarta (Dok Kemensos)

Jakarta, HanTer - Aksi blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Risma dinilai hanya buang-buang waktu. Pasalnya, masih banyak pekerjaan rumah Kemensos yang menanti dirinya dan harus segera dibenahi.

"Blusukan tidak jelek, tapi Bu Risma ini perlu ingat, ia menggantikan menteri yang korupsi, yang berasal dari partai yang sama, PDIP," ujar Hendri di Jakarta, Selasa (5/1/2021).

Mensos sebelumnya Juliari Peter Batubara, satu partai dengan Risma, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus korupsi dana bantuan sosial COVID-19. Juliari diduga menerima suap sebesar Rp17 miliar dari pengadaan bansos untuk masyarakat.

Menurut Hendri, pekerjaan Risma sekarang adalah fokus pada tata kelola pendistribusian bansos kepada masyarakat yang terdampak akibat pandemi.

"Mestinya dia perbaiki sistem distribusi dan action. Ini kan COVID belum turun. Blusukannya nanti saja setelah sistem selesai," tutur Hendri.

Jabatan Mensos sebaiknya tak dimanfaatkan untuk pencitraan demi ambisi politik tertentu. Masyarakat, kata dia, berharap Risma bisa membenahi Kemensos usai Juliari jadi tersangka.

Senanda dengan yang lainnya, Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin menengarai kepentingan Risma rajin blusukan adalah unjuk gigi di hadapan Anies untuk menjelang kontestasi Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2022.

"Lagi saling bersaing. Lagi saling adu kuat. Bisa saja Risma sedang dipersiapkan PDIP untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta di tahun 2022. Jika Pilkadanya diadakan di 2022," ujar Ujang.

Ada Yang Aneh

Disisi lain, ada yang aneh dari blusukan yang dilakukan Risma. Para netizen mempertanyakannya. Pasalnya, selama ini netizen tidak pernah menemukan Gepeng di kawasan bisnis di pusat Jakarta tersebut.

"Sejak Bu Risma jadi Mensos, kok aku malah baru tahu ada guna wisma di jalan Sudirman Thamrin. Mainku kurang jauh, pulangku kurang malam kali ya… Duh!" kata @Bebque seperti dikutip Selasa (5/1/2021).

"Maaf nih sebelumnya, sepanjang jalan Sudirman – Thamrin selama ini saya belum pernah lihat tuna wisma. Kalo tukang kopi sepeda mah sering lihat, apalagi di bundaran HI. Agak aneh menurut saya jika tiba-tiba ada tunawisma di sana. Atau barangkali teman-teman ada yang pernah lihat kasih tahu saya,' kata @MahaD3w4.

Saking tak percayanya pada temuan gelandangan di Sudirman-Thamrin, sejumlah netizen meminta Gubernur Anies Baswedan agar membuka CCTV yang berada di sepanjang jalan tersebut untuk mengungkap darimana asalnya gelandangan tersebut.

"Sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin kan hampir semuanya bisa dipantau lewat CCTV. Coba dicek aja itu tunawisma datangnya darimana, dan bandingkan aja hari-hari sebelumnya ada gak mereka di sana," kata @AlasBanjaran.

"Wan @aniesbaswedan CCTV Jalan Sudirman dong. Gw mulai curiga nih,” kata juru bicara Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem) Enggal Pramesti melalui @EnggalPMT.

Seperti diketahui, sejak setelah dilantik menjadi Mensos oleh Presiden Jokowi pada akhir Desember 2020, Walikota Surabaya Tri Rismaharini gemar sekali blusukan di Ibukota.

Bukan Pencitraan

PDIP menyebut Mensos Risma tak sedang melakukan pencitraan terkait blusukannya yang tak cuma di DKI Jakarta. "Enggak ada, Risma bekerja bukan untuk pencitraan," kata Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (5/1).

Menurut dia, Risma blusukan untuk memetakan masalah sosial yang ada di Jakarta. "Untuk memastikan keberadaan para tunawisma dan PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial) agar Kemensos dapat menangani dengan baik dan tuntas," ujarnya.

Selain itu, katanya, Risma tidak mau sekadar menerima laporan dari bawahannya dan ingin melihat serta mendengar secara langsung permasalahan yang dialami warga. "Beliau ingin melihat secara langsung dan mencari solusi kebijakan yang tepat untuk para tunawisma dan PMKS," ujarnya.

Senada, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto membantah Risma hanya melakukan aksi blusukan di Jakarta. Sejak menjabat sebagai Mensos, kata dia, Risma blusukan ke seluruh wilayah di Indonesia, termasuk ke Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) beberapa waktu lalu.

"Risma melakukan blusukan bukan hanya akan di Jakarta. Tapi juga di seluruh wilayah Indonesia yang merupakan wilayah kerjanya sebagai menteri sosial. Pada akhir tahun lalu, Risma sempat berkunjung ke Ponorogo untuk bertemu penyandang disabilitas," kata Hasto dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (5/1).