Penggalang Donasi 6 Laskar FPI Keberatan Rekeningnya Dibekukan 

Safari
Penggalang Donasi 6 Laskar FPI Keberatan Rekeningnya Dibekukan 
Ilustrasi (ist)

Jakarta, HanTer - Irvan Gani, penggalang dana untuk 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak polisi, keberatan rekening pribadinya dibekukan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). 

Gani mengetahui rekeningnya dibekukan saat sebuah surat dari Bank Central Asia (BCA) datang ke rumahnya pada Senin (4/1/2021) kemarin.  Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa rekening pribadinya yang digunakan untuk menggalang dana enam laskar FPI yang tewas ditembak polisi telah dibekukan.  

"Ada surat dari PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) Nomor SR/09/AT.05.01/I/2021 per tanggal 04 Januari 2021 kepada pihak BCA, ada penghentian sementara transaksi," ujar Irvan kepada wartawan, Selasa (5/1/2021). 

Irvan menjelaskan rekening tersebut memang sempat digunakan untuk penggalangan dana untuk enam laskar FPI yang tewas ditembak polisi di tol Jakarta-Cikampek KM 50. Donasi yang terkumpul saat itu tembus hingga Rp 1,7 miliar. Ia mengklaim uang tersebut sudah diberikan seluruhnya untuk para keluarga laskar. 

Irvan tidak tahu alasan PPATK membekukan rekeningnya di BCA, sebab tak ada keterangan di dalam surat itu. Ia merasa dirugikan atas pemblokiran itu, karena hanya itu rekening yang dimilikinya. "Sekarang saya konsultasi dengan pakar hukum yang mengerti tentang hal ini," kata Irvan. 

Dihentikan PPATK

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan menghentikan sementara seluruh transaksi dan aktivitas rekening Front Pembela Islam (FPI) dan pihak-pihak terkait.

Dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (5/1), PPATK menyatakan tersebut hal itu dilakukan dalam untuk mencegah tindak pidana pencucian uang dan/atau tindak pidana lain.

Menurut Ketua Kelompok Hubungan Masyarakat PPATK, M. Natsir Kongah, penghentian sementara seluruh aktivitas rekening FPI adalah tindak lanjut dari penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol dan Atribut serta Penghentian Kegiatan FPI.

"PPATK tengah melakukan penelusuran terhadap rekening dan transaksi keuangan," kata Kongah dalam pernyataan pers.