Wagub DKI Heran Ada Tunawisma di Sudirman-Thamrin, Risma Diminta Jujur, Benarkah Mereka Gepeng Sesungguhnya?

Safari
Wagub DKI Heran Ada Tunawisma di Sudirman-Thamrin, Risma Diminta Jujur, Benarkah Mereka Gepeng Sesungguhnya?
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat menemui tunawisma di Jalan Thamrin, Jakarta

Jakarta, HanTer - Heboh keberadaan tunawisma di kawasan Sudirman-Thamrin, pasca blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma blusukan di kawasan itu. Di jagad media sosial ramai mempertanyakan, benarkah yang ditemui Risma adalah tunawisma? Bahkan netizen juga mengungkap profil gepeng tersebut adalah simpatisan atau kader partai tertentu. 

Untuk mencegah polemik berkepanjangan sejumlah pihak meminta Risma atau Kementerian Sosial menjelaskan atau menyampaikan jatidiri dan identitas gelandangan pengemis (gepeng) itu kepada publik dengan jujur. 

Terkait kehebohan ini sampai-sampai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) DKI Jakarta Irmansyah segera mengecek sosok tunawisma yang ditemui  Risma di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. 

Bahkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku heran dengan keberadaan tunawisma yang ditemukan oleh Mensos Risma.

Ariza mengaku sudah puluhan tahun hidup dan tinggal di Jakarta, akan tetapi tidak pernah mendengar ada tunawisma hidup di kawasan jalan protokol Sudirman-Thamrin.

"Saya sendiri sudah hidup di Jakarta sejak umur empat tahun baru dengar ada tunawisma di Jalan Sudirman Thamrin," kata dia.

Dia tidak memungkiri di DKI Jakarta memang ada tempat-tempat yang mungkin dijadikan tempat tinggal para tunawisma.
Tapi tempat tersebut biasanya berada di pinggir kota Jakarta, tidak langsung berada di tengah kota seperti di Jalan Sudirman Thamrin.

Harus Jujur

Untuk menghentikan polemik dan tidak membuat sejumlah warga bingung, Risma atau Kementerian Sosial didesak untuk mengungkap jatiditi atau identitas gepeng atau gelandangan pengemis dengan sebenarnya dan sejujur-jujurnya.  Selanjutnya diumumkan ke publik.

“Risma harus mengungkap identitas dan jatidiri gepeng tersebut untuk mencegah kehebohan dan polemic berkepanjangan. Kemudian umumkan ke publik. Sebaiknya blusukan dan pencitraan untuk mencari rakyat harus dihentikan, publik tidak akan percaya,” kata pengamat sosial dan politik Rusmin Effendykepada Harian Terbit, Kamis (7/1/2021).

Menurutnya, tugas Mensos bukan sekedar pencitraan dengan menemui gepeng, tapi membenahi citra lembaga Kemensos yang sudah tercoreng karena menteri sebelumnya melakukan korupsi dana Bansos Covid-19. Buktikan saja program bantuan yang dilakukan Risma tepat sasaran dan tidak tumpang tindih. Sehingga tidak terulang lagi kasus dana Bansos Covid-19 yang dilakukan Juliari Batubara.

"Sekarang ini dipelbagai daerah sedang terjadi bencana banjir dan longsor. Mereka perlu mendapatkan perhatian dan bantuan langsung dari pemerintah. Itu lebih penting dari pada blusukan di ibu kota negara," tegasnya.

Rekayasa?

Hal senada juga disampaikan Koordinator Gerakan Perubahan (Garpu) Muslim Arbi, menurutnya Risma harus jujur menjelaskan profil gepeng tersebut. “Benarkah mereka gepeng? Atau mereka sengaja ditempatkan di kawasan Sudirman-Thamrin tanpa sepengetahuan Risma? Ini harus dijelaskan secara jujur,” kata Muslim dihubungi Harian Terbit.

Muslim bahkan curiga jika gepeng yang ditemui Risma adalah rekayasa. Karena gepeng itu ada di pusat ibukota negara ketika Risma datang ke Jakarta. Apalagi selama ini kawasan Sudirman-Thamrin tidak ada gepang yang berkeliaran. Sehingga sangat aneh ketika Risma blusukan menemukan gepeng di kawasan Sarinah - Thamrin.

"Saya tukang kluyuran di Jakarta dan gak temui gepeng di kawasan Sudirman-Thamrin itu, makanya saya heran ada gepeng di sana," jelasnya.

Muslim menyebut, selama ini Risma hanya melakukan pencitraan. Karena banyak kawasan kumuh di Surabaya juga tidak dibenahi Risma saat menjadi walikota Surabaya. Selain itu banjir di Surabaya juga tidak bisa di atasinya. Selama ini modal Risma hanya ngamuk dan ngamuk di Surabaya agar disorot media massa dan menunjukkan telah bekerja.

"Jadi Risma fokus aja urusin Kemensos yang dana bansosnya di korupsi Menteri Jualiari Batubara, gak usah pakai pencitraan. Udah gak zamannya dan pencitraan ak laku lagi," paparnya.

Pencitraan

Lebih lanjut Rusmin menilai, sejak menjabat sebagai Walikota Surabaya kinerja Risma justru hanya pencitraan saja, tidak ada langkah konkrit dan berdampak langsung ke masyarakat. Tidak heran saat ini di Surabaya juga masih banyak gepeng dan wilayahnya masih ada yang terendam banjir. Sehingga kinerja Risma bisa dikategorikan gagal untuk membangun Surabaya.

"Kalau ditunjuk sebagai Mensos, kan aneh. Di Surabaya aja Risma tak mampu mengatasi para gembel dan gelandangan. Kenapa tiba-tiba membuat gebrakan di Jakarta," paparnya.

Rusmin menambahkan, tugas Risma sebagai Mensos sangat berat karena harus mampu meningkatkan kinerja dan citra Kemensos karena dua menteri terdahulu terkena kasus korupsi. Oleh karena itu ditunggu langkah Risma untuk bisa mendistribusikan bantuan sosial Covid-19 saat ini secara tepat sasaran. Jangan ada lagi warga yang terdampak Covid-19 tidak mendapatkan bantuan.

Apresiasi

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengapresiasi cara kerja "blusukan" yang dilakukan Menteri Sosial Tri Rismaharini dan menemukan tuna wisma di kawasan Sudirman-Thamrin.

"Kami menyambut baik Bu Risma yang blusukan sebagai pimpinan melihat langsung ke lapangan suasana, situasi dan kondisi sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing. Yang tujuannya mengambil sikap berdasarkan fakta dan data dari lapangan," ucap Riza di Balai Kota Jakarta, Rabu.

Menurut Riza, adanya tunawisma itu, tidak hanya di Jakarta, tapi juga di seluruh provinsi di Indonesia dengan permasalahan perkotaannya masing-masing.

"Di seluruh Indonesia di kota, ada orang yang belum memiliki rumah mencari tempat berteduh, tinggal di tempat yang paling baik dan paling enak, di antaranya tempat yang paling enak bagi tunawisma adalah di kolong jembatan, kalau kita ke kota-kota di seluruh Indonesia bahkan di negara lain juga ada tunawisma yang memang tinggal berteduh di kolong kolong jembatan," Riza menambahkan.

Seperti diketahui, setelah dilantik, Risma melakukan blusukan. Seperti pada Senin lalu, Risma menemui gelandangan dan pemulung di kawasan Sudirman-Thamrin dan Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Risma blusukan menyusuri jalur pedestrian Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, kemudian mantan Wali Kota Surabaya itu bertemu dengan tiga gelandangan, guna mengajak tinggal di tempat penampungan.

Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan Kemensos Herman Kuswara mengungkapkan alasan Mensos Tri Rismaharini rajin blusukan di Jakarta, karena ingin melakukan pemetaan permasalahan sosial.

#Mensos   #risma   #gepeng   #tunawisma   #dki   #jakarta