Komnas HAM Selidiki 8 Ribu Video dan Foto Penembakan 6 Laskar 

Safari/Danial
Komnas HAM Selidiki 8 Ribu Video dan Foto Penembakan 6 Laskar 
Enam anggota Laskar FPI yang tewas dalam penembakan di Tol Jakarta Cikampek

Jakarta, HanTer - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam menyatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pendalaman terhadap 8 ribu video dan foto yang berkaitan dengan insiden bentrok antara polisi dan anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek  Dalam bentrok tersebut 6 laskar FPI tewas ditembak polisi. 

"Dari 8 ribu lebih video dan ribuan screen capture mewakili beberapa titik, seluruhnya sedang diamati kembali dan pendalaman oleh para Penyelidik Komnas HAM RI," kata Anam dalam keterangan resmisnya, Rabu (6/1/2021).

Anam mengatakan bukti 8 ribu potongan video dan foto tersebut didapatkan dari beberapa pihak yang telah dipanggil menjadi saksi beberapa waktu lalu. Berbagai bukti itu, kata dia, menjadi bagian dari tahap finalisasi laporan akhir Tim Penyelidik Komnas HAM sebelum dibuat hasil rekomendasi akhir yang akan diumumkan ke publik.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan data itu. Tim Penyelidikan Komnas HAM RI berharap tahapan ini lancar dan peristiwa tersebut segera dapat terlihat secara terang benderang," kata Anam.

Periksa 83 Saksi 

Sebanyak 83 orang telah diperiksa sebagai saksi, oleh penyidik Badan Reserse Kriminal Polri terkait kasus penembakan enam anggota laskar FPI.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan menuturkan, dari 83 orang itu, empat diantaranya adalah anggota polisi.

"Kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, kemudian juga masih menunggu apakah ada informasi tambahan, untuk tindak lanjut melakukan gelar perkara," ujar Ramadhan dalam keterangannya, pada Rabu (6/1/2021).

Namun, terkait kapan gelar perkara akan dilakukan, Ramadhan tidak menanggapi.

Enam Laskar FPI yang mengawal Rizieq Shihab, tewas ditembak polisi di Jalan Tol Cikampek Kilometer 50 pada Senin dini hari, (7/12/2020) sekitar pukul 00.30.

Menurut polisi, hal itu dilakukan karena laskar menyerang petugas menggunakan senjata api dan senjata tajam.

Munarman yang saat itu menjabat Sekretaris Umum FPI, membantah klaim polisi soal laskar pengawal Rizieq memiliki dan membawa senjata api.

Menurut Munarman, setiap anggotanya dilarang membawa senjata api, senjata tajam, bahan peledak, serta terbiasa dengan 'tangan kosong'. Dia menilai polisi telah memutarbalikkan fakta mengenai senjata ini.