Tiga Pemalsu Surat Tes Swab PCR Ditangkap Polisi Setelah Diviralkan dr Tirta

Oni
Tiga Pemalsu Surat Tes Swab PCR Ditangkap Polisi Setelah Diviralkan dr Tirta
Ilustrasi Swab Test

Jakarta, HanTer - Tiga orang yang diduga pelaku pemalsuan surat swab test polymerase chain reaction (PCR) yang diedarkan melalui media sosial, berhasil ditangkap aparat Polda Metro Jaya. Para terduga pelaku ditangkap di tiga tempat berbeda, yaitu di Bandung, Bekasi dan Bali.

Ketiga pelaku yakni, MFA ditangkap di Bandung, EAD ditangkap di Bekasi, dan MAIS ditangkap di Bali.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dalam aksinya, para terduga pelaku memalsukan data atas nama PT. BF, untuk kemudian bisa lolos berangkat ke Bali dengan memalsukan bukti tes usap (swab).

"Kasus pemalsuan surat tes usap tersebut berawal dari unggahan media sosial tersangka MFA," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Kamis (7/1/2021).

Unggahan soal surat tes usap palsu kemudian menjadi viral setelah diunggah dr. Tirta di medsosnya.

Adapun isi unggah akun Instagram @hanzdays tersebut yakni "Yang mau PCR cuma butuh KTP ga usah swab beneran. 1 jam jadi, bisa dipake diseluruh Indonesia, gak cuma Bali dan tanggalnya bisa pilih H-1/H-2 100% lolos testimoni 30+”.

Viralnya surat tes usap PCR palsu tersebut kemudian sampai ke PT. Bumame Farmasi (BF) selaku penyelenggara tes usap PCR resmi yang namanya dicatut dalam surat tersebut. Pihak kuasa hukum PT. Bumame Farma pun melaporkan perkara pemalsuan tersebut ke Polda Metro Jaya.

"PT. BF yang melapor ke Polda Metro Jaya," ujar Yusri.

Akibat perbuatannya ketiganya kini dijerat dengan Pasal 32 jo Pasal 48 UU No.19/2016 dan atau Pasal 35 jo Pasal 51 ayat (1) UU No.19/2016 tentang ITE, dan atau Pasal 263 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 12 tahun penjara.

Untuk diketahui, PCR merupakan salah satu metode pemeriksaan virus SARS Co-2 dengan mendeteksi DNA virus. Uji ini akan didapatkan hasil apakah seseorang positif atau tidak SARS Co-2.

#Corona   #covid-19   #pemalsuan   #swabtes   #pcr