Naik Dua Kali Lipat, Kasus Positif Tembus 797.723: Corona Mengganas, Pasien Membludak, RS Kewalahan

Alee
Naik Dua Kali Lipat, Kasus Positif Tembus 797.723: Corona Mengganas, Pasien Membludak, RS Kewalahan
Ilustrasi penanganan pasien COVID-19 (ist)

Jakarta, HanTer - Virus corona atau Covid-19 mengganas. Dalam dua bulan terakhir, kasus aktif telah bertambah dua kali lipat. Akibatnya pasien membludak, tak sedikit rumah sakit (RS) sudah penuh tidak mampu menampung pasien baru. Tenaga medis dan dokter di RS juga kewalahan menangani pasien. Secara nasional, kapasitas tempat tidur di rumah sakit untuk pasien Covid-19 sudah hampir mencapai 80-90 persen.

Sementara itu pada Kamis (7/1/2021), kasus positif virus corona bertambah 9.321. Peningkatan kasus itu merupakan rekor baru dan membuat jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 797.723 sejak pertama kali diumumkan pada Maret 2020 lalu.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 659.437 telah sembuh (bertambah 6.924) dan 23.520 orang meninggal dunia (bertambah 224) usai terinfeksi virus corona. Jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 68.019. Pasien suspek ada 68.753.

Dua Kali Lipat

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo dalam konferensi pers virtual, Kamis (7/1/2021) mengatakan, dalam tempo dua bulan, terjadi peningkatan dua kali lipat kasus aktif. Pada awal November 2020 ada 54.000 orang dan kemarin (Rabu, 6 Januari 2021) sudah mencapai lebih 110 ribu orang kasus aktif. Bahkan sorenya dilaporkan sudah mencapai 112 ribu orang.

“Peningkatan jumlah kasus Covid-19 hingga dua kali lipat tersebut, akan berdampak terhadap tingkat keterisian rumah sakit rujukan untuk pasien Covid-19 yang penuh. Jika tidak ditekan jumlah penularannya, maka tidak mungkin fasilitas kesehatan dan tenaga medis serta dokter yang merawat akan kewalahan,” paparnya.

Untuk mengatasi keterbatasan RS, pemerintah telah menyiapkan sejumlah fasilitas milik pusat dan pemda dibantu oleh fasilitas TNI dan Polri, hal tersebut tidak bisa menjamin kita akan mampu melayani melonjaknya masyarakat yang terpapar COVID-19.

RS Kewalahan

Di Jakarta, angka penambahan pasien Covid-19  masih terus meninggi,  sehingga kapasitas RS rujukan penanganan Covid-19 terus terisi. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Weningtyas Purnomorini mengatakan, kamar Intensive Care Unit (ICU) di 101 RS Covid-19 akan penuh di awal bulan Februari. Karena itu, diperlukan tindakan secepatnya untuk mencegah hal ini terjadi.

"Bila tidak dilakukan intervensi, bulan Februari itu, untuk ICU sudah penuh karena kebutuhan di bawah jumlah pasien," ujar Weningtyas melalui siaran rapat virtual, Rabu (7/1/2021).

Sampai 5 Januari 2021 saja, tingkat keterisian atau okpansi kamar isolasi pasien Covid-19 sudah 86 persen dari 7.447 kasur yang tersedia. Sedangkan ruang ICU terpakai 81 persen dari total 953 tempat.

Dari total 24.498 kasur di Rumah Sakit Jakarta, hanya sebagian yang dialihfungsikan untuk pasien Covid-19. Saat ini, kata Weningtyas, jumlahnya mencapai 8.085 kasur khusus pengidap Corona. "Tentu saja pasien Non-Covid tetap harus kami perhatikan," jelasnya.

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo menjelaskan, okupansi rumah sakit rujukan pasien positif Covid-19 di Jakarta sudah lebih di atas 80%. Hal ini tentu mengkhawatirkan jika penularan positif Covid-19 terus melonjak.

Dia merinci, Jakarta memiliki 98 RS rujukan corona di mana tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) untuk ruang isolasi sudah mencapai 87% dan ICU sudah mencapai 84%.

"Posisi BOR untuk untuk DKI ruang isolasi 87%. ICU sudah masuk di posisi 84% pada sore kemarin," tuturnya.

"RS Wisma Atlet memiliki lebih dari 10 ribu bed, baik untuk perawatan OTG dan juga bergejala sedang, dan ringan. Apa yang disampaikan tadi beberapa RS sudah 100 persen," jelasnya.

"Tentunya itu nggak bisa lagi ditampung sehingga ada beberapa warga, teman kita yang meminta bantuan kepada saya akhirnya harus kita alihkan ke tempat lain, termasuk ke Wisma Atlet," kata Doni melanjutkan.

Meledak di Jateng

Kasus Covid-19 meledak di Jawa Tengah. Hingga sejumlah Rumah Sakit rujukan Covid-19 melaporkan penuh.  Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo, membenarkan jika sejumlah RS di Jawa Tengah kapasitasnya semakin sesak untuk menampung pasien Covid-19. 

“Memang yang penuh itu kebanyakan kota-kota besar, karena menampung pasien dari daerah lain juga. Seperti Semarang itu pasiennya juga dari Kendal, Demak, dan Ungaran. Begitu juga Solo yang pasiennya ada dari Sragen, Wonogiri, dan Karanganyar,” ungkap Yulianto dilansir dari Semarangpos.com, Rabu (6/1/2020).

Bahkan, menurut Yulianto, bed occupancy rate (BOR) atau kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di RS di Semarang telah mencapai 84%.

Yulianto menambahkan daerah yang tingkat keterisiannya rumah sakitnya di atas batas aman antara lain Kota Semarang dan Kota Solo. Tingkat ketersediaan rumah sakit di Kota Semarang mencapai 84%, sementara Solo di atas 70%.

PSBB Ketat

Untuk menekan laju penularan virus corona dengan lebih optimal, Pemerintah memberlakukan PSBB yang lebih ketat di Jawa dan Bali sepanjang 11-25 Januari. PSBB yang lebih ketat itu disebut dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pemerintah ingin menerapkan itu guna menekan laju penularan virus corona dengan lebih optimal, mengingat peningkatan kasus positif naik tinggi sejak beberapa pekan terakhir. Begitu pun dengan kasus kematian.
 
Sejauh ini, pemerintah masih terus mengingatkan masyarakat agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Misalnya rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan dan selalu memakai masker. 

#Corona   #covid-19   #psbb   #jakarta