Hari Pertama Identifikasi, Forensik Periksa 16 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air

yp
Hari Pertama Identifikasi, Forensik Periksa 16 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air
Petugas gabungan membawa kantong jenazah dari JITC./foto: instagram tni_angkatan_laut

JAKARTA - Tim DVI hari ini, Senin (11/1/2022), mulai bertugas mengidentifikasi korban Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. 

"Sampai pukul 09.00 pagi DVI juga menerima 16 kantong jenazah dan tiga kantong properti," kata Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Rusdi Hartono dalam keterangan perdana di RS Polri Kramatjati. 

Menurutnya, data ante mortem yang didapat dari keluarga korban semisal usia, warna kulit, warna rambut, pakaian dan asesoris  yang terakhir dipakai serta sidik jari yang bisa ada di ijazah atau KTP akan dicocokan dengan data pos mortem. Data pos mortem adalah yang didapat petugas dari tubuh korban mulai dari sidik jari, gigi geligi,  hingga pakaian yang dikenakan. 

DNA keluarga korban juga akan dicocokkan dengan DNA korban. 

"Bila semua cocok makan status korban teridentifikasi," ujarnya. 

Saat ini, tim gabungan masih melalukan pencarian di lokasi tempat pesawat jatuh. Keluarga korban juga masih memberikan data ante mortem yang dibutuhkan. 

Sriwijaya Air SJ182 jatuh dalam penerbangan Jakarta-Pontianak. Pesawat berisi 62 manifest. (yp)