Identifikasi Korban Jatuh Sriwijaya Air, Polri Periksa 40 Sampel DNA

ali
Identifikasi Korban Jatuh Sriwijaya Air,  Polri Periksa 40 Sampel DNA
TNI AL merapikan kantong jenazah berisi temuan di sekitar lokasi jatuhnya Sriwijaya Air. /foto: instagram tni_angkatan_laut

JAKARTA - Sebanyak 40 sampel DNA diterima Tim DVI Polri sampai hari ini, Senin (11/1/2022). Tim akan memulai tugas  mengidentifikasi korban Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

"Sampai pukul 09.00 pagi DVI telah mendapat 40 sampek DNA. Masing-masing 14 data diambil di RS Polri, 24 dari dan satu sampel dari Jawa Timur," kata Karopenmas Mabes Polri Brijen Rusdi Hartono dalam keterangan pers di RS Polri Kramatjati.

Menurutnya, DNA keluarga korban akan dicocokkan dengan DNA korban. "Bila semua cocok makan status korban teridentifikasi," ujarnya. 

Tak hanya DNA, data ante mortem yang didapat dari keluarga korban juga akan dicocokkan dengan data post mortem yang didapat petugas yang menyisir lokasi jatuhnya pesawat. 

Ia menyebut sampai hari ini telah menerima 16 kantong jenazah dan enam kantong properti. Semua data itu akan diperiksa untuk identifikasi. 

Saat ini, tim gabungan masih melalukan pencarian di lokasi tempat pesawat jatuh. Keluarga korban juga masih memberikan data ante mortem yang dibutuhkan. 

Sriwijaya Air SJ182 jatuh dalam penerbangan Jakarta-Pontianak. Pesawat berisi 62 manifest. (ali)