Bareskrim Polri Tetapkan HRS dan Dirut RS Ummi Jadi Tersangka

Danial
Bareskrim Polri Tetapkan HRS dan Dirut RS Ummi Jadi Tersangka
Habib Rizieq Shihab

Jakarta, HanTer - Badan Reserse Kriminal Polri menetapkan Habib Rizieq Shihab (HRS) sebagai tersangka, dalam perkara Rumah Sakit Ummi Bogor.

"Penyidik sudah melaksanakan gelar dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yaitu HRS, Andi Tatat (Direktur Utama Rumah Sakit Ummi Bogor), dan Hanif Alatas (pihak keluarga HRS)," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Brigadir Jenderal Andi Rian saat dikonfirmasi pada Senin (11/1/2021).

Andi menuturkan, ketiganya sudah dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka, pada pekan ini. 

"Minggu ini rencananya," ucap dia.

Direksi RS Ummi, Bogor, Jawa Barat dilaporkan ke Kepolisian Resor Bogor Kota atas dugaan menghalang-halangi kerja Satuan Tugas Covid-19 untuk memeriksa HRS. Pada laporan yang dimasukan, Dirut RS Ummi dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984.

Sebelumnya, Direktur Utama RS Ummi Andi Tata mengatakan, RS Ummi didatangi Satgas Kota Bogor dan meminta tetap dilakukan uji usap kepada HRS. Bahkan menurut Andi, pihak Satgas menunggu hingga larut malam.

Menurut Andi, dari pertemuan dengan Satgas, pihak rumah sakit kemudian meminta HRS melakukan swab test.

Pada Jumat, 27 November, Rizieq kemudian melakukan tes usap. Tapi bukan pihak rumah sakit yang melakukannya, melainkan lembaga bernama Mer-C.

“Kami pun belum diberi tahu. Kalau sudah ada infonya, kami pasti koordinasikan dengan Pemkot,” tutur Andi, Minggu (29/11/2020).

Meski telah dilakukan swab test, Satgas Covid-19 Kota Bogor menjelaskan, hal tersebut tidak sesuai prosedur, sehingga akhirnya pemerintah melaporkan rumah sakit ke kepolisian. Satgas menganggap RS Ummi menghalang-halangi tugas Satgas.

“Tapi setelah melakukan klarifikasi dan kami mengakui ini kelemahan internal kami dalam koordinasi dan komunikasi, pihak Pemkot pun memahami dan mencabut laporan itu,” ulas Andi.