Dermawan Dan Religius, Permintaan Maaf Kapten Afwan Sebelum Berangkat

Alee
Dermawan Dan Religius, Permintaan Maaf Kapten Afwan Sebelum Berangkat

Jakarta, HanTer - Pilot pesawat Sriwijaya Air, Kapten Afwan, tergesa-gesa berangkat pada hari dia bertugas menerbangkan pesawat dengan nomor register PK-CLC SJ 182.

Pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1) siang dalam penerbangan dari Jakarta menuju Pontianak dan diperkirakan jatuh di wilayah perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

"Semalam istrinya cerita bahwa ini adalah kali pertama dalam 15 tahun, Da Aan pergi tergesa gesa dan tanpa ada disetrika bajunya," kata keponakan Kapten Afwan, Muhammad Akbar, saat dihubungi dari Jakarta, Ahad.

"Sebelum berangkat juga ada ucapan permintaan maaf," ia menambahkan.

Tidak seperti biasanya, Akbar menuturkan, begitu tiba di bandara pada sabtu (9/1) Kapten Afwan langsung melakukan panggilan video kepada anak-anaknya. 

"Biasanya, setiap kali mendaraat Da Aan selalu menelepon istrinya. Namun kali ini tidak, hingga waktu landing (mendarat) tiba ternyata tidak ada kabar dari Da Aan hingga sekarang," kata Akbar tentang pamannya dilansir Antara.

Religius

Menurut Akbar, pamannya orang yang dermawan dan religius. Saat berada di rumah, ia menuturkan, Kapten Afwan biasanya mendengarkan lantunan Al Quran pada pagi hari. "Belakangan, jika kami berkumpul bersama, Da Aan selalu memberi tausiyah," katanya.

Akbar dan keluarga Kapten Afwan terus berdoa untuk keselamatan Kapten Afwan. Mereka berharap bisa berkumpul kembali dengannya. 

Sementara itu, Ketua Umum Sungai Jambu Saiyo Sakato (SJSS) Jabodetabek H Delpis Datuk Majo Indo mengatakan, Kapten Afwan adalah orang yang taat beragama dan sangat rendah hati. 

Pemilik akun Twitter @rizkianoob menyeniy Kapten Afwan sebagai pilot yang tidak pernah rewel. 

"Capt Afwan salah satu capt terbaik yang pernah saya kenal. Tidak pernah rewel, walaupun pesawat ada rusak dia bilang ke teknik dgn baik dan sabar, dermawan bgt lagi orangnya," demikian antara lain tulisan @rizkianoob, yang menyebut Kapten Afwan identik dengan kopiah putih. 

Pemilik akun @rizkianoob juga mengunggah rekaman videonya bersama Kapten Afwan di ruang kokpit.

Kapten Afwan lahir pada 26 Februari 1966 dan merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara, salah satunya meninggal dunia bulan lalu akibat COVID-19.

Bersama istrinya Pipit, Kapten Afwan memiliki tiga anak, yang sulung masih duduk di Kelas 1 Sekolah Menengah Pertama dan yang bungsu masih duduk di bangku taman kanak-kanak.

Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor register PK-CLC SJ 182 yang menerbangi rute Jakarta-Pontianak lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, pada Sabtu (9/1) pukul 14.36 WIB.

Keberangkatan pesawat itu tertunda dari jadwal semula pukul 13.35 WIB karena faktor cuaca. Pesawat Boeing 737-500 yang dipiloti oleh Kapten Afwan itu dilaporkan hilang kontak pada Sabtu pukul 14.40 WIB. 

Berkaca-kaca

Raut wajah Magdalena, ibu kandung Ricko Mahulette, korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air, terlihat tenang. Meski tertutupi masker, matanya telihat berkaca-kaca memancarkan kesedihan.

Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji ini tetap menunggu kepastian hasil pencarian tim penyelamat dan berharap ada keajaiban.

Kepribadian Ricko, menurut dia, sangat baik dan manja. Bahkan, sering menganggu adiknya yang perempuan kini telah menjadi dokter di Rumah Sakit Pelamonia Makassar.

"Anak saya dua, Ricko anak pertama dan sudah bekerja di PLN Pontianak, adiknya perempuan dokter di RS Pelamonia. Selalu diganggu-ganggu adiknya kalau datang," kisah Magdalena, Minggu dilansir Antara.

Ricko juga anak yang rajin, pintar, gigih serta tekun belajar. Ia tidak mau kuliah selain di Universitas Hasanuddin, Fakutas Teknik. Jurusan Teknik Sipil dan lulus pada tahun 2005.

Selanjutnya, melanjutkan pendidikan strata dua (S-2) di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat dengan jurusan yang sama. Selesai pada tahun 2008.

Usai menamatkan kuliah masternya, pendaftaran calon pegawai PT PLN terbuka, lalu dia mendaftar dan dinyatakan lolos seleksi PLN di Kalimantan Timur, hingga akhirnya ditempatkan di PLN Pontianak, Kalimantan Barat selama 8 tahun. 

#Kecelakaan   #pesawat   #sriwijaya   #knkt   #basarnas   #tni   #polri   #pilot