Muhidin Muhtar: Komjen Gatot Edy Pramono Layak Jadi Kapolri

Anugrah
Muhidin Muhtar: Komjen Gatot Edy Pramono Layak Jadi Kapolri
Muhidin Muchtar ketum eks relawan Jokowi dari BBM 01 (Barisan Betawi Menangkan) 01 dan Wakapolri Komjen Gatot Eddy

Jakarta, HanTer - Bursa calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun 25 Januari mendatang terus mencuat ke permukaan. Sejumlah kalangan masyarakat pun memberikan harapan kepada calon TB 1 tersebut.

"Pak presiden Jokowi harus memilih Kapolri yang bukan partisan, independen, dan punya perhatian terhadap prinsip-prinsip negara, hukum dan demokrasi. Pilihan tersebut akan meninggalkan legacy yang baik dalam upaya memperbaiki hukum dalam sejarah kekuasaannya," ujar Muhidin Muchtar ketum eks relawan Jokowi dari BBM 01 (Barisan Betawi Menangkan) 01, Selasa (12/1/2021).

Aktivis Betawi ini melihat sosok tersebut ada dalam diri Wakil Kapolri Komjen Gatot Edy Pramono.

"Beliau terbukti berhasil meredam dan mengamankan Jakarta pada masa pemilu dan pasca pemilu yang saat ini penuh dengan ketegangan dan dinamika politik. Beliau tidak gemar bicara ke publik, tapi tindakan nyatanya terbukti, saat menjadi Kapolda Metro Jaya beliau rajin bersilaturahmi dengan alim ulama dan habaib.  Bahkan saat menjabat Kapolres Jakarta Selatan beliau lakukan hal itu, jadi sudah menjadi kebiasaan," bebernya.

Dan yang juga penting kata pria asli Tanah Abang ini Komjen Gatot Edy Pramono namanya tidak pernah terseret dalam suatu kasus.

"Jadi bisa dikatakan rekam jejak beliau bersih," ungkapnya penuh semangat.

Terhadap issue agama yang santer dibicarakan dalam hal pemilihan Kapolri, menurut Muhidin hal tersebut sah-sah saja. 

"Saya berpendapat sah-sah saja kalau ada masyarakat yang menginginkan calon kapolri dari muslim atau sebaliknya. Tapi itu bukan suatu syarat mutlak. Yang terpenting adalah track record dan profesionalitasnya," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Kompolnas, Mahfud Md, menanggapi kabar beredar yang menyebutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memilih satu nama calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis. Mahfud mengatakan informasi tersebut masih sebatas spekulasi.

Pernyataan Mahfud itu disampaikan lewat akun Twitter @mohmahfudmd seperti dilihat, Selasa (12/1/2021). 

Menurut Mahfud, Presiden Jokowi masih mempertimbangkan nama yang pantas untuk menjadi TB1.

"Nama calon Kapolri yang beredar di media sekarang masih tebak-tebak buah nangka alias spekulasi. Sampai saat ini Presiden belum mengirim nama calon Kapolri ke DPR. Belum ada yang tahu siapa calon Kapolri kita sebab Presiden masih terus mempertimbangkan secara seksama siapa yang paling tepat untuk jabatan tersebut," ujar Mahfud.

Mahfud juga mengungkap sejumlah nama yang direkomendasikan Kompolnas. Nama-nama calon Kapolri tersebut merupakan jenderal bintang 3.

Lima nama jenderal bintang tiga yang menjadi kandidat Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis itu adalah Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, Kabaharkam Komjen Agus Andrianto, Kalemdiklat Komjen Arief Sulistyanto dan Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar.