Gara-Gara Antar Evi Gugat Jokowi, Ketua KPU Dipecat

us
Gara-Gara Antar Evi Gugat Jokowi, Ketua KPU Dipecat

JAKARTA -Gara-gara antar sejawat menggugat putusan Presiden ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman dipecat. Arief dianggap melanggar kode etik, sikapkan terkesan mendukung perlawanan terhadap Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Persoalannya bermula dari pemecatan anggota KPU Evi Novida Ginting oleh DKPP. Atas putusan DKPP itu Presiden Joko Widodo mengeluarkan Keputusan pemberhentian Evi dari KPU. Tidak terima diberhentikan Evi menggugat putusan Presiden tersebut ke PTUN. Saat mendaftarkan gugatan, Evi ditemani Ketua KPU Arief Budiman.

PTUN mengabulkan gugatan mantan Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik terhadap Surat Keputusan Presiden Joko Widodo Nomor 34/P Tahun 2020. PTUN memerintahkan SK Presiden dicabut dan memerintahkan merehabilitasi nama baik serta kedudukan Evi selaku Komisioner KPU.

Rupanya, ada seorang warga bernama Jupri yang mengadu tentang keberadaan Ketua KPU Arief Budiman yang menggantar Evi saat mendaftarkan gugatan ke PTUN Jakarta. Atas laporan Jupri itulah DKPP menggelar sidang dan hasilnya, dibacakan dalam sidang pembacaan putusan perkara nomor 123-PKE-DKPP/X/2020 yang digelar secara virtual, Rabu (13/1/2021).

"Sanksi peringatan keras terakhir dan pemberhentian dari jabatan Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia kepada teradu Arief Budiman," kata Ketua DKPP Muhammad dikutip dari sidang virtual di akun YouTube resmi DKPP.

DKPP menyebut Arief terbukti melanggar etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu ketika mendampingi Komisioner KPU Evi Novida Ginting menggugat surat keputusan Presiden Joko Widodo ke PTUN Jakarta.(us)  

#kpu   #arif   #budiman   #evi   #dipecat   #dkpp   #jokowi