KPK Dalami Dugaan Aliran Uang Nurdin Abdullah untuk Pilkada
Foto : Ketua KPK Firli Bahuri dalam keterangan pers menyebut Gubernur Kalsel Nurdin Abdullah sebagai tersangka./foto: youtube kpk

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menyebut penyidik tengah mendalami dugaan aliran uang yang diterima Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

Saat ditetapkan sebagai tersangka, KPK menyebut Nurdin Abdullah kini berstatus tersangka karena diduga menerima suap Rp2 miliar dan gratifikasi Rp3,4 miliar. 

"Uang itu kan diterima dari proyek. Belum ditelusuri lebih lanjut, ditelusuri ke mana. Itu menjadi tugas penyidik untuk mendalami uang itu untuk apa saja. Apakah misalnya lari karena biaya kampanyenya sangat besar, dia dapat sponsor dari pengusaha lokal setempat," kata Sejauh ini masih didalami penyidik," katanya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (2/3/2021).

Menurutnya, penyidik akan mendalami sumber dan aliran uang. Termasuk kemungkinan digunakan Nurdin Abdullah untuk membayar utang kepentingan kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) kepada pihak swasta.

"Merasa punya kewajiban untuk membayar utang itu tadi dengan berikan kontrak proyek kepada rekanan yang mungkin mendukungnya atau tim kampanye yang bersangkutan," sambungnya. 

Ia meyakini penyidik akan menemukan bukti sumber dan aliran uang yang diterima Nurdin Abdullah. Bukti itu nanti yang akan digunakan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menguatkan dakwaan di persidangan.

"Kami belum tahu detil seberapa besar yang bersangkutan menerima uang dan untuk apa uang tersebut. Pasti akan terungkap di persidangan," ujarnya. (*/yp)