KPK Cegah 6 Orang Terkait Dugaan Suap Pajak Puluhan Miliar

Safari
KPK Cegah 6 Orang Terkait Dugaan Suap Pajak Puluhan Miliar

Jakarta, HanTer - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mencegah Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian Direktorat Jenderal Pajak Angin Prayitno Aji berpergian ke luar negeri. Permintaan pencegahan ini dilakukan atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain Angin Prayitno, Ditjen Imigrasi juga mencegah seorang pegawai Ditjen Pajak berinisial DR. 

"Ada 4 orang lainnya yang dicegah, yaitu RAR, AIM, VL dan AS. Pencegahan dilakukan sejak 8 Februari 2021 hingga 5 Agustus 2021. Pencegahan karena alasan korupsi," kata Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Arya Pradhana Anggakara kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).

Arya memaparkan, pencegahan ini tertuang dalam surat yang ditandatangani oleh Direktur Pengawasan dan Penindakan Imigrasi, Pria Wibawa. Pencegahan enam orang tersebut diduga berkaitan dengan kasus suap pajak yang sedang disidik oleh KPK.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan lembaganya sudah mengirimkan surat ke Ditjen Imigrasi untuk melakukan pelarangan terhadap beberapa pihak terkait suap pajak. 

“KPK benar telah mengirimkan surat ke Imigrasi untuk melakukan pelarangan ke luar negeri,” kata Ali lewat keterangan tertulis, Kamis (4/3/2021).

Sebelumnya, KPK tengah melakukan penyidikan kasus dugaan suap di Ditjen Pajak Kemenkeu. KPK menduga kasus dugaan suap tersebut bernilai hingga puluhan miliar rupiah. Namun Wakil Ketua KPK Alexander Marwata belum menjelaskan detail dugaan suap di Ditjen Pajak tersebut. 

Menurutnya, proses penyidikan masih berlangsung sebelum tersangka diumumkan. Alexander menyebut kasus dugaan suap ini diduga melibatkan pejabat di Ditjen Pajak.

Dalam perkara ini, tim penyidik KPK juga sudah menggeledah beberapa lokasi. KPK bekerja sama dengan Kementerian Keuangan mengusut tuntas kasus tersebut.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pegawai Ditjen Pajak yang diduga menerima suap telah dibebastugaskan dari jabatannya karena mengundurkan diri. Namun, ia enggan membongkar siapa nama pejabat tersebut demi menjunjung asas praduga tak bersalah. 

Selang beberapa jam usai Sri Mulyani mengungkap kasus tersebut, profil Direktur Ekstensifikasi Ditjen Pajak Kemenkeu Angin Priyatno menghilang dari laman resmi DJP. Angin Prayitno belum merespons ketika dikonfirmasi terkait profil dirinya yang hilang tersebut.