Mantan Jaksa Agung Basrief Arief Meninggal Dunia 
Foto :

Jakarta, HanTer - Kabar duka datang dari korps Adhyaksa. Mantan Jaksa Agung RI Basrief Arief meninggal dunia, Selasa (23/3/2021) sekitar pukul 10.00 WIB. Segudang prestasi dalam bidang penegakan hukum pernah diraih Basrief Arief yang menjadi Jaksa Agung RI periode 2010-2014. 

Berdasarkan catatan dari Wikipedia, sejumlah pendidikan kedinasan dilalui setelah bergabung dengan Kejaksaan Agung (Kejagung), mulai dari pendidikan Susdas Wira Intel (1987), Trampil Jaksa Pidum (1988), Spadya (1990), Penyelundupan (1992), Sespanas (1995), Lemhanas (1991), serta Perjanjian RI-Prancis (2003) di Prancis.

Basrief Arief mengawali karier sebagai Asisten Pidum Kejaksaan Tinggi Jakarta. Berlanjut menjadi Staf Ahli Kejagung RI, Kepala Biro Umum, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jakarta. Ia juga pernah menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Belawan, Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong, dan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Sebelum menjadi Jaksa Agung, ia merupakan Wakil Jaksa Agung pada 2005 hingga Februari 2007. Awal mula nama Basrief Arief populer saat dirinya menjadi Kepala Bagian Humas Kejaksaan Agung. Kemudian, menjadi Jaksa Agung Muda Intelijen.

Dalam mengusut kasus korupsi di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Basrief juga pernah menjadi Ketua Tim Terpadu Pencari Terpidana dan Tersangka Perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang lebih dikenal dengan sebutan Tim Pemburu Koruptor.

Basrief Arief merupakan pria kelahiran Tanjung Enim, Sumatera Selatan 23 Januari 1947. Ia anak pertama dari sepuluh orang bersaudara, dari pasangan Bagindo Arief dan Siti Aminah. Basrief menikah dengan Asminar dan dikaruniai tiga orang anak (Abraham Arief, Barnal Arief, dan Elfira Arief) serta empat orang cucu. 

Basrief Arief merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Andalas dan Program Pasca Sarjana Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat.Berbagai pendidikan kedinasan yang ditempuhnya setelah bergabung dengan Kejaksaan Agung, antara lain pendidikan-pendidikan Susdas Wira Intel (1987), Trampil Jaksa Pidum (1988), Spadya (1990), Penyelundupan (1992), Sespanas (1995), Lemhanas (1991), serta Perjanjian RI-Prancis (2003) di Prancis.