Kasus Covid-19 Melandai di Jatim, Khofifah Larang Warganya Mudik

yp
Kasus Covid-19 Melandai di Jatim, Khofifah Larang Warganya Mudik
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (instagram khofifah.ip)

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendukung karangan mudik lebaran tahun ini. 

Menurut Khofifah, setiap libur panjang baik cuti bersama atau cuti akhir tahun seperti tahun lalu maka terjadi kenaikan kasus positif Covid-19 di daerah yang dipimpinnya. 

"Setiap ada libur panjang selalu rata-rata 14 hari berikutnya ada kenaikan kasus konfirmasi positif. Oleh karena itu kami setuju format pelarangan mudik yang sudah diumumkan Menko PMK," kata Khofifah di Malang, Selasa (30/3/2021). 

Ia menyebut saat ini kasus positif harian sudah landai. Daerah dengan zona merah jumlahnya berkurang dengan menjadi zona oranye. Bahkan daerah dengan zona oranye menjadi zona kuning. Selain itu, vaksinasi sudah berjalan untuk tahap 1 dan 2.

"Bahwa untuk saat ini suasananya sudah sangat landai, suasana sudah sangat kondusif untuk bisa menghentikan penyebaran Covid-19," tambahnya. "Oleh karena itu dijaga sedikit lagi, vaksinasi juga sudah jalan."

Ia menyebutkan kondisi yang sudah landai itu terjadi karena semua menjaga kedisiplinan protokol kesehatan. "Maka tidak mudik di Idul Fitri 2021 akan seiring dengan upaya menghentikan penyebaran Covid-19," ujarnya. 

Keputusan larangan mudik lebaran 2021 dilakukan pemerintah usai rapat koordinasi tingkat menteri pada 23 Maret 2021. Rapat tersebut dipimpin Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. (*/yp)