Bertemu Generasi Muda Sumatera Selatan, Fadel Muhammad Tanamkan Jiwa Kewirausahaan

Danial
Bertemu Generasi Muda Sumatera Selatan, Fadel Muhammad Tanamkan Jiwa Kewirausahaan
Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau yang lebih popular disebut Empat Pilar MPR. Acara yang terselenggara berkat kerja sama antara MPR dan GMNI Cabang Ogan Ilir itu dihadiri oleh Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad dan anggota DPD dari Sumatera Selatan, Jialyka Maharani.

Sumsel, HanTer - Ratusan generasi muda yang datang dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pelajar Islam Indonesia (PII), mahasiswa dari Universitas Sriwijaya, Universitas Islam Negeri Raden Fatah, serta dari perwakilan lainnya, pada 30 Maret 2021 memenuhi salah satu aula Kantor Perwakilan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sumatera Selatan, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Kehadiran mereka di sana untuk mengikuti Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau yang lebih popular disebut Empat Pilar MPR. Acara yang terselenggara berkat kerja sama antara MPR dan GMNI Cabang Ogan Ilir itu dihadiri oleh Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad dan anggota DPD dari Sumatera Selatan, Jialyka Maharani.
 
Di hadapan peserta sosialisasi, Fadel Muhammad mengatakan, pada sosialisasi hari ini dirinya sangat gembira sebab yang hadir berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan generasi muda. “Saya gembira sebab mengingatkan saya yang juga pernah menjadi mahasiswa dan melewati fase yang penuh dinamika,” ujar alumnus ITB itu.
 
Masa muda, menurut mantan Gubernur Gorontalo itu, merupakan masa keemasan yang merupakan fase yang menentukan masa depan. “Pastinya kalian mengharap masa depan yang lebih baik,” ujarnya. Untuk itu, menurut Fadel, penting di masa muda untuk menata langkah guna menyambut masa depan.
 
Menuju masa depan yang sukses dan berhasil harus diawali dengan bekerja keras, cerdas, dan sungguh-sungguh. Dikatakannya, ada tiga kiat bila seseorang ingin sukses. Kiat itu adalah, pertama, harus mempunyai kemampuan. Bila tak mempunyai kemampuan maka keberhasilan itu tak akan mengunjungi kita. “Sebagai aktivis kalian mempunyai modal kemampuan untuk terjun di masyarakat,” ujarnya.

Kedua, adanya kesempatan. Kesempatan, diakui oleh Fadel Muhammad, harus kita raih meskipun ada pula yang datang dengan sendirinya. Baik diraih atau datang sendiri, kedua kesempatan itu jangan sampai dilewatkan. “Kadang-kadang kesempatan atau _opportunity_ itu datang secara tiba-tiba. Meski demikian jangan sampai dilewatkan, kesempatan harus kita gunakan,” tambahnya. Ketiga, adalah strategi. Dalam hidup, menurut Fadel Muhammad, kita harus menggunakan strategi. Sukses atau tidaknya hidup tergantung pada strategi yang digunakan dalam mengarungi hidup. “Strategi yang kita miliki akan bertambah bila kita menjadi aktivis,” ujarnya.
 
Mantan politisi Partai Golkar itu mengingatkan generasi muda Sumatera Selatan agar mulai berkecimpung dalam dunia kewirausahaan. Jiwa kewirausahaan ada pada setiap orang. “Wirausaha adalah semangat dan ilmunya bisa dipelajari,” tuturnya. Kewirausahaan merupakan mental dan nilai-nilai ini harus ditanamkan pada generasi muda.
 
Orang yang berpendidikan adalah orang yang di pikirannya melihat peluang apa yang ada di masyarakat. “Inilah dasar kewirausahaan,” tuturnya. Dengan pikiran yang demikian maka seseorang bisa menciptakan usaha hingga mampu menyerap tenaga kerja.
 
Lebih lanjut disampaikannya kepada peserta sosialisasi, di masyarakat ada tiga kelompok. Ketiga kelompok itu adalah, pertama, _economic power_. Kelompok ini adalah kelompok para pengusaha. Kedua, _political power_. Kelompok ini adalah kelompok para politisi, kepala daerah. Ketiga, _social power_. Masuk dalam kelompok ini seperti aktivisi dan dosen.
 
Ketiga kelompok itu, menurut Fadel Muhammad, berinteraksi sangat tajam. Ketiganya saling membutuhkan dan melengkapi. “Seorang pengusaha bisa menjadi politisi dan seorang politisi bisa menjadi pengusaha,” ujarnya. “Seorang aktivis pun bisa menjadi politisi, bisa pula menjadi pengusaha,” tambahnya. “Generasi muda harus menentukan masa depannya dengan memilih dari mana memulainya,” ujarnya.