Densus 88 Sita Barang Bukti Terkait Teroris, PA 212: FPI Sudah Bubar Atribut Bisa Dibeli Secara Bebas

Safari
Densus 88 Sita Barang Bukti Terkait Teroris, PA 212: FPI Sudah Bubar Atribut Bisa Dibeli Secara Bebas
Ilustrasi tim Densus 88 sedang melakukan penggerebekan terhadap tersangka teroris

Jakarta, HanTer - Kuasa hukum terdakwa kasus dugaan kerumunan Habib Rizieq Shihab (HRS), Aziz Yanuar menanggapi sejumlah barang bukti terduga teroris berupa baju hingga buku Front Pembela Islam (FPI) yang ditemukan polisi saat menggeledah kediaman terduga teroris di Condet, Jakarta Timur, dan Bekasi.

Aziz menyatakan organisasi pimpinan HRS tersebut telah dibubarkan dan dinyatakan terlarang oleh pemerintah sejak akhir Desember 2020 lalu. "FPI sudah bubar," kata Aziz di depan gerbang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Selasa (30/3/2021).

Dia juga berkomentar terkait baju berlogo FPI dan buku berjudul "Dialog FPI Amar Ma'ruf Nahi Munkar, Menjawab Berbagai Tuduhan terhadap Gerakan Nasional Anti Ma'siat di Indonesia" yang disita polisi. Menurutnya, barang bukti itu bisa dibeli di mana-mana.

"Atribut FPI bisa dibeli di mana-mana. Atribut FPI bisa dibeli di mana-mana," kata Aziz mengulang-ulang.

Dia mengatakan pihaknya belum memeriksa apakah terduga teroris yang ditangkap di Condet dan Bekasi adalah benar anggota FPI. "Saya enggak tahu, belum dicek juga," ujarnya.

Jangan Asal Tuduh

Mantan anggota tim hukum FPI, Achmad Michdan juga mengatakan atribut FPI dijual bebas di masyarakat. Ia pun mengimbau polisi tak sembarang menuduh bahwa terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror adalah eks anggota FPI, hanya karena temuan atribut tersebut.

"Enggak bisa kalau kemudian atribut-atribut itu langsung dituduhkan atau disangkakan kepada organisasi. Kecuali jelas kemudian dapat dibuktikan pemiliknya adalah anggota," kata Michdan.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Ustadz Slamet Maarif juga mengatakan, kaos maupun atribut FPI lainnya itu dijual secara bebas dan semua orang dapat memilikinya. "Kaos seperti itu (FPI dan Reuni 212) kan bisa dibeli di mana saja, bebas," ujar Ustadz Slamet di Jakarta, Senin (29/3/2021).

Dia juga tak tahu sama sekali siapa pembuat kaos itu. Bahkan, lokasi kaos diproduksi pun tak tahu. "Kita sendiri enggak tahu yang cetak dan yang jualnya siapa," ucapnya.

Propaganda

Pengamat Terorisme dan Intelijen dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya mengatakan, ditemukannya atribut FPI dalam penggrebekan di salah satu kediaman terduga teroris adalah sebagai sebuah fakta. Namun soal isu keterkaitan FPI dengan teroris dan semacamnya adalah persepsi, opini bahkan bisa jadi adalah propaganda untuk menyudutkan FPI. 

"Dan lucu juga kalau FPI masih dikait-kaitan atau di sebut. Bukankah secara legal formal FPI sudah dibubarkan oleh pemerintah. Dalam kontek ini, penyebutan FPI sebagai institusi organisasi dalam kasus saat sudah tidak relevan," ujar Harits Abu Ulya kepada Harian Terbit, Selasa (30/3/2021).

Harits pun meminta semua bijak terkait temuan polisi saat penggrebekan kediaman terduga teroris apalagi dengan menyudutkan ormas tertentu. Oleh karena itu diharapkan para pemangku kebijakan dan pihak yang berwenang dalam kasus ini untuk bijak bersikap dan memberi pernyataan kepada publik. Sehingga tidak menyalahkan atau membenarkan pihak tertentu.

"Perlu kiranya publik tetap cerdas dan kritis, hingga bisa membedakan antara fakta dan realita dengan opini, propaganda atau persepsi atas fakta," tandasnya. 

Masih Pendalaman

Tim Densus 88 Anti Teror Polri menyelidiki dugaan keterkaitan antara empat terduga teroris yang ditangkap di Jakarta dan Kabupaten Bekasi dengan ormas yang telah dilarang pemerintah, Front Pembela Islam (FPI).

"Saya katakan korelasi antara ormas terlarang apakah memang mereka tersangkut ini masih dilakukan pendalaman oleh tim penyidik Densus 88," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Selasa.

Yusri mengatakan, penyelidikan dugaan keterlibatan ormas terlarang tersebut dengan empat terduga teroris tersebut didasarkan atas penemuan sejumlah atribut FPI dalam penangkapan terduga teroris berinisial HH (56) di Condet, Jakarta Timur.

"Yang ditanyakan apakah ada korelasinya dengan salah satu ormas terlarang yang sudah dinyatakan oleh pemerintah? Korelasinya seperti itu, ini memang ada beberapa kita temukan barang bukti di situ," katanya.

Polda Metro Jaya pada Senin, menggelar jumpa pers penangkapan empat terduga teroris di Condet, Jakarta Timur, dan Kabupaten Bekasi.

Polisi kemudian menghadirkan sejumlah barang bukti hasil penggeledahan di rumah terduga teroris seperti baju bertuliskan FPI dan buku,  baju bertulisan "Laskar Pembela Islam" (LPI) dan kartu anggota FPI atas nama tersangka HH. 

#Teroris   #polisi   #densus   #fpi