Komitmen Erick Thohir Dorong BUMN Dukung Olahraga Indonesia Diapresiasi

Danial
Komitmen Erick Thohir Dorong BUMN Dukung Olahraga Indonesia Diapresiasi
Menteri BUMN Erick Thohir

Jakarta, HanTer - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkomitmen mendorong BUMN untuk mendukung kegiatan olahraga nasional. Setidaknya, ada 13 perusahaan yang ada dalam kelompok BUMN akan terlibat mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang akan berlangsung Oktober mendatang.

Dukungan terhadap olahraga ini, menurut Erick, merupakan bagian dari peran strategis BUMN sebagai agen pembangunan Indonesia. Termasuk membangun prestasi olahraga.

Pengamat olahraga dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Djoko Pekik Irianto menyambut positif atas perhatian Erick Thohir terhadap olahraga nasional, menurutnya hal terpenting lainnya adalah pembinaan terhadap para atlet untuk mencapai prestasi tingkat dunia.

“Kalau diawali dengan membackup penyelenggaran PON sih menurut saya hal yang positif, hanya nanti harapan saya tidak hanya berhenti sampai supporting PON, tapi juga yang lebih penting adalah dukungan terhadap cabang olahraga untuk pembinaan, membina sebagai langkah menjadi prestasi dunia,” tutur Djoko, Selasa (30/03/2021).

Djoko menambahkan, pada tahun 2011 saat Indonesia menjadi tuan rumah Sea Games, ia pernah meminta supaya BUMN dapat menjadi “Bapak Angkat” bagi cabang olahraga di Indonesia agar dapat membantu kebutuhan anggaran olahraga yang dianggap masih minim.

“Dulu yang pernah kita rintis di tahun 2011, pada saat Indonesia menjadi tuan rumah Sea Games itu, BUMN diminta untuk menjadi semacam bapak angkat, bapak angkat cabang olahraga yang nanti bisa membackup kebutuhan anggaran karena minimnya anggaran dari APBN itu harapan kita justru ke sana,” jelasnya.

Selain itu, kata Djoko, sosok Erick Thohir sebelum diangkat menjadi Menteri BUMN sudah lekat dengan dunia olahraga, seperti pernah menjadi salah satu pemilik klub sepak bola Inter Milan, klub Amerika, D.C. United dan juga pernah sebagai pemilik klub bola basket NBA Philadelphia 76ers, yang merupakan modal bagi Erick untuk perhatian terhadap olahraga.

“Sebelum beliau menjadi Menteri kan memang sudah konsen di olahraga, dulu pernah Inter Milan, punya basket di Amerika, tentu ini menjadi modal untuk bagaimana bisa punya atensi yang lebih. Kebetulan beliau dipercaya menjadi Menteri BUMN, menurut saya kok pas ya untuk memback up olahraga. Tapi cabang-cabang lain yang potensi, rasanya perlu didukung dengan berbagai anggaran, diantaranya anggaran  non APBN yang berasal dari BUMN itu.” Bebernya.

Lanjut Djoko untuk membantu perkembangan olahraga nasional dari sisi pendanaan, ia menyarankan perlu adannya regulasi yang membolehkan dana CSR (Corporate social responsibility) BUMN tidak hanya berlaku bagi bina lingkungan, namun ditambahkan peraturan untuk bisa digunakan bagi olahraga.

“Sangat sangat perlu hanya ada regulasi yang mengatur tentang partisipasi BUMN dalam rangka untuk mensuport olahraga oleh karena kalau nanti dari BUMN itu mengambil mengalokasikan dana dari CSR itu kan belum boleh tho. Artinya menurut saya solusi permanen adalah bagaimana  kita memperbaiki Undang-Undang atau regulasi yang berkaitan dengan CSR itu tidak sekedar untuk bina lingkungan, ditambahkan untuk bisa dipergunakan untuk olahraga,” pungkasnya.