Menteri Yasona Sebut Moeldoko Blingsatan
Foto :

Menteri Hukum dan HAM Yaona Laoly sebut Kepala Sekretariat Presiden (KSP) Jenderal (pur) Moeldoko blingsatan keluar kandang. Hal itu lantaran Moeldoko dituding-tuding sehingga lebih baik menceburkan diri.

"Mungkin saja, Pak Moeldoko blingsatan, keluar dari kandang, mungkin saja karena dituding-tuding seperti itu ya. Kalau saya melihat, karena didorong-dorong begitu, dituding-tuding begitu ya sekalian kecebur aja, mungkin gitu," katanya dalam kanal Youtube Karni Ilyas.

Yasona mengakui, Moeldoko sebagai teman dan juga sebagai kolega dengan tetap menaruh hormat. Tetapi terkait kekuarangan persyaratan yang diperlukan maka harus di lengkapi untuk memenuhi aturan.

Apalagi Presiden sudah memberi arahan mengenai penanganan soal kasus Partai Demokrat melalui Mensesneg Pratikno. Presiden menyampaikan bahwa penaganannya harus sesuai aturan yang berlaku. "Kalau memenuhi syarat ya diterima tetapi jika tidak memenuhi sarat wajib ditolak," katanya.

Dikatakannya, sejak semula pihaknya sudah bergerak cepat untuk menangani masalah ini. Begitu pihak Moeldoko mengajukan pengesahan, Menkumham Yasona langsung memerintahkan anak buahnya agar cepat melakukan pemeriksaan dokumen.

Dari hasil pemeriksaan ditemukan sejumlah kekuarang. "Kita temukan kekurangan yang harus dilengkapi seperti mandat, jumlah DPD-nya, kan menurut AD/ART 2/3 DPD, jadi ada 33 DPD. Kemudian DPC harus ada 1/2, sekitar 274 DPC, itu yang harus hadir, di samping majelis tinggi," kata Yasonna.

Karena sampai batas waktu yang ditetapkan kubu Moeldoko tidak bisa memenuhi kekurangan, akhirnya Kemenkumham menolak pengajuan pengesahan yang diajukan.(us)