ISEol 2021

Menpora Amali: Hadapi Bonus Demografi, Pemuda Harus Bermanfaat Untuk Negeri Ini

Hermansyah
Menpora Amali: Hadapi Bonus Demografi, Pemuda Harus Bermanfaat Untuk Negeri Ini
Menpora Zainudin Amali

Jakarta, HanTer - Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2019 menyebutkan bahwa jumlah penduduk Indonesia sekitar 257 juta jiwa. Dari jumlah tersebut ada sekitar 64,19 juta jiwa pemuda atau sekira 24 persen, di mana kategori pemuda berdasarkan undang-undang nomor 40 tahun 2009 adalah mereka yang berusia 16 sampai 30 tahun.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyebutkan bahwa jumlah pemuda Indonesia yang sangat besar itu bisa menjadi mudharat bagi bangsa ini dalam menghadapi bonus demografi, jika tidak dikelola dengan baik dan terlibat dalam berbagai aktivitas masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Menpora Zainudin Amali saat menjadi Keynote Speaker di acara International Student Exchange Of Ideas (ISEol) 2021 yang digelar Universitas Islam Malang (UNISMA) dengan tema Covid-19 Pandemic Learning Experience Across the Globe, pada Senin (5/4/2021).

Kegiatan yang berlangsung secara virtual itu diikuti oleh perwakilan 28 negara, termasuk Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia Arief Rahman, Rektor Unisma Malang Prof Dr H Maskuri MSi dan sejumlah civitas akademik lainnya. 

"Kalau kita tidak kelola dengan baik, kalau kita tidak persiapkan dengan baik, para pemuda kita ini, dia tidak akan menjadi manfaat buat negeri ini. Bahkan bisa menjadi mudharat. Nah ini yang harus kita perlu berikan perhatian," paparnya.

BACA JUGA: Menpora Amali Serukan Pemuda Terlibat dalam Penanganan Pendemi Covid-19

Politikus partai Golkar itu juga mengatakan bahwa pemuda Indonesia memiliki beberapa karakter dan hal itu tertuang dalam UU Kepemudaan, antara lain menghargai harkat dan martabat sesama manusia, menjalin tekad bersama sebagai bangsa merdeka, mendambakan masyarakat adil dan makmur, mencintai seluruh budaya tanah air bangsa, menjunjung tinggi demokrasi dan kedaulatan rakyat serta menjalin kesetiakawanan dan solidaritas sosial.

Dari karakter-karakter tersebut lanjutnya, banyak yang terkait langsung dengan aktivitas anak muda di tengah pendemi. Khususnya karakter tentang kesetiakawanan dan solidaritas sosial. "Karena kita tahu bahwa tanpa kesetiakawanan, tanpa solidaritas, tanpa persatuan, tanpa kebersamaan, tanpa gotong royong, tentu kita tidak bisa mengatasi sendiri-sendiri. Pemerintah tidak mungkin bisa mengatasi kondisi pandemi Covid-19 sendirian tanpa keikutsertaan dari berbagai elemen termasuk elemen-elemen yang ada di kampus dan khususnya elemen-elemen pemuda kita," ungkapnya.

Menurut Menpora Amali, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan pemuda di masa pendemi ini, antara lain promotif, yakni memberikan literasi kepada masyarakat terkait Covid-19. "Sekarang ini di tengah-tengah masyarakat banyak sekali beredar pemberitaan-pemberitaan, informasi-informasi yang belum tentu dasar kebenarannya bahkan sulit untuk dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, maka pemuda kita harus melakukan langkah-langkah promotif memberikan literasi kepada masyarakat yakni jangan menyebarkan berita-berita yang berita-berita yang tidak jelas sumbernya," jelasnya.

Kemudian preventif, yakni pemuda bisa menjadi relawan-relawan untuk menanggulangi Covid-19. Misalnya di lingkungann terkecil tempat dia tinggal mengajak masyarakat untuk tetap patuh dan disiplin terhadap protokol kesehatan dengan standar-standar yang sudah diberikan oleh pemerintah.

"Kadang di tengah-tengah masyarakat masih dilanggar kadang masyarakat juga belum patuh sehingga di sinilah muncul cluster-cluster baru. Nah disinilah butuh kerelawanan pemuda secara preventif, melakukan langkah-langkah yang sangat konkrit terhadap penanganan Covid-19," ujarnya.

Selanjutnya langkah kuratif. Menurutnya, saat ini banyak anak-anak muda yang tidak sadar dan terbiasa dengan kemana-mana dengan tidak memakai masker. "Maka di saat pandemi ini, kadang masih lupa harus bisa menjadi contoh memberikan anjuran secara persuasif tetapi juga harus memberikan contoh kemanapun menggunakan masker, kemudian mencuci tangan dan tidak berkerumun," jelasnya.

Sementara yang terakhir adalah rehabilitif, dimana pemuda dan pemerintah menjalankan protokol secara kebersamaan. Karena itu adalah komitmen atas kecintaan pada bangsa dan tanah air ini. "Kita bisa melakukan hal-hal yang membantu pemerintah. Hal-hal ini saya kira kalau kita jalankan secara sungguh-sungguh dan secara benar maka disitulah wujud dari cara kita mencintai negeri ini dan juga bela negara cinta bangsa kita supaya segera terhindar dari Covid-19 ini," pungkas Menpora.