Djoko Tjandra Divonis 4,5 Tahun Penjara

yp
Djoko Tjandra Divonis 4,5 Tahun Penjara
Ilustrasi sidang. (pixabay)

JAKARTA - Majelis hakim Pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis empat tahun enak bulan penjara kepada Djoko Sugiarto Tjandra alias Djoko Tjandra dalam kasus suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA), Senin (5/4/2021).

Selain itu, majelis hakim juga meminta terdakwa Djoko Tjandra membayar denda Rp100 juta, subsider enam bulan kurungan penjara.

"Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan serta denda Rp 100 juta subsider 6 bulan, kurungan penjara," kata Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis dalam pembacaan putusan di Penhadilan Tipikor, Jakarta Pusat. 

Hakim menilai Djoko Tjandra terbukti memberi suap kepada penegak hukum Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo Utomo dalam dua perkara untuk mengurus Fatwa Mahkamah Agung (MA) terkait status buronan Djoko dalam kasus cassie bank Bali serta kasus suap penghapusan red notice dan penghapusan nama dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Menyatakan terdakwa Joko Soegiarto Tjandra terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama," lanjut hakim. 

Hakim menilai hal yang memberatkan Djoko Tjandra adalah tak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme. Perbuatan itu dilakukannya  sebagai upaya untuk menghindari keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. 

"Penyuapan dilakukan ke penegak hukum," ujar hakim. 

Sedang hal meringankan karena terdakwa bersikap sopan selama sidang dan telah berusia lanjut. 

Vonis hakim ini lebih berat dibanding tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung, yakni empat tahun penjara. 

Djoko Tjandra dianggap terbukti melakukan pemufakatan jahat bersama tiga orang lainnya dalam pengurusan fatwa MA. Hal itu diketahui dari fakta persidangan yang sudah dibeberkan dalam persidangan sebelumnya.

Djoko Tjandra juga terbukti menyuap mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Napoleon Bonaparte 200 ribu dolar Singapura dan 370 ribu dolar AS. Djoko Tjandra juga terbukti menyuap Kepala Biro Koordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri Prasetyo Utomo 100 ribu dolar AS. 

Djoko Tjandra juga menyuap Jaksa Pinangki Sirna Malasari 500 ribu dolar AS untuk mengurus fatwa di MA. (*/yp)