Pemerintah Izinkan Tarawih di Mesjid, Begini Aturannya

yp
Pemerintah Izinkan Tarawih di Mesjid, Begini Aturannya
Ilustrasi mesjid. (instagram kemenag_ri)

JAKARTA - Pemerintah mengizinkan pelaksanaan solat tarawih dan solat Idul Fitri 1442 H berjamaah. Namun proyokot kesehatan harus tetap dijalankan karena masih dalam suasana pandemi Covid-19. 

"Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memerhatikan protokol kesehatan secara ketat, kecuali jika perkembangan Covid-19 mengalami peningkatan berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk seluruh wilayah negeri atau pemerintah daerah di daerahnya masing-masing," demikian surat edaran yang ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Selasa (6/4/2021).

Hal serupa berlaku untuk salat fardu, tarawih, tadarus Al Quran dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya. Termasuk pembatasan jumlah jamaah. 

"Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Al Quran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid/musala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman satu meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing," sambungnya. 

Mengenai pengajian, ceramah, taushiyah, kultum Ramadhan dan kuliah Subuh, dibatasi paling lama 15 menit. Peringatan Nuzulul Quran di masjid/musala juga harus dengan pembatasan jumlah jemaah paling banyak 50 persen.

"Surat Edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19," katanya. 

Ada perbedaan sedikit antara surat edaran ini dengan tuntunan yang sebelumnya diterbitkan Muhammadiyah. Pengurus Pusat Muhammadiyah menerbitkan surat edaran tuntunan ibadah saat Ramadan dalam kondisi darurat pandemi Covid-19, yang salah satu poinnya mengatur pelaksanaan salat tarawih agar dilakukan di rumah masing-masing bila di lingkungan tempat tinggal itu ada kasus Covid-19.

Namun, bila tidak ada kasus Covid-19, salat tarawih dapat dilaksanakan di masjid. Namun dengan menerapkan protokol kesehatan mulai dari saf berjarak, menggunakan masker.

Hal sama berlaku untuk pelaksanaan salat Idul Fitri. Bila di lingkungan sekitar rumah tak ada kasus Covid-19 maka dapat melaksanakan di tempat terbuka. Ini pun dengan keharusan menerapkan protokol kesehatan. Namun bila ada yang terpapar Covid-19, maka salat dilakukan di rumah masing-masing. (*/yp)