Tuntut THR Dibayar Penuh, Puluhan Ribu Buruh Bakal Demo Sehari Sebelum Puasa

Safari
Tuntut THR Dibayar Penuh, Puluhan Ribu Buruh Bakal Demo Sehari Sebelum Puasa
Ilustrasi (ist)

Jakarta, HanTer - Massa buruh dari berbagai serikat pekerja akan menggelar unjuk rasa besar-besaran di 20 provinsi. Aksi akan digelar sehari menjelang puasa, yakni pada Senin (12/4/2021). Ada tiga tuntutan dalam aksi tersebut. Di antaranya menuntut agar pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) 2021 dibayar penuh alias tidak dicicil seperti yang terjadi pada tahun 2020.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, setidaknya ada tiga tuntutan yang wajib dipenuhi pemerintah dan pengusaha dalam aksi ini. Pertama, mencabut Ungdang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, khususnya klaster ketenagakerjaan. Kedua, meminta pemerintah dan penguasaha tetap membayarkan upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK) tahun 2021. 

"Dan yang ketiga memastikan pemerintah dan pengusaha di seluruh Indonesia untuk membayar THR tahun 2021 secara penuh dan tidak dicicil," ujar Said dalam konferensi pers virtual, Senin (5/4/2021).

Adapun aksi ini akan berlangsung secara serentak di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bengkulu, dan Riau. Kemudian, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Gorotntalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku, NTB, hingga DKI Jakarta sebagai tingkat nasional dalam aksi kali ini.

Said mengatakan, aksi nanti akan diikuti puluhan ribu buruh yang berasal dari seribuan perusahaan. Mereka di antaranya buruh dari industri banking, logistik, tekstil, garmen, sepatu, makanan, minuman, percetakan, penerbitan, media, pariwisata, dan faramasi kesehatan. Selain itu aksi juga akan diikuti buruh dari industri kimia, energi, pertambangan, semen, elektronik, otomotif, baja, besi, mesin, hingga guru honorer.

"Bentuk aksinya ada perwakilan yang akan datang ke MK sebagai simbol penolakan Omnibus Law Ciptaker dan di daerah ada perwakilan yang datang ke kantor Gubernur atau kantor Bupati Wali Kota di daerahnya masing-masing," jelasnya.

Tidak Dicicil

Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) DPC DKI Jakarta, Alson Naibaho juga meminta THR tahun ini untuk tidak dicicil. Karena THR adalah harapan bagi kaum buruh untuk mendapatkan rasa bahagia dan senang setelah 1 tahun bekerja. "Harapan kita pemerintah dan pengusaha punya rasa empati terhadap persoalan yang dihadapi buruh saat ini," ujar Alson kepada Harian Terbit, Senin (5/4/2021).

Alson menyebut, saat ini persoalan yang dihadapi buruh di antaranya adalah upah yang dikurangi, upah yang pembayarannya dicicil. Oleh karena itu THR adalah harapan para buruh untuk bisa melupakan persoalan yang dihadapinya. "Harapannya THR keagamaan yang dapat diterima secara full dan tidak dicicil," tandasnya.

Alson mengakui, saat ini memang tahun sulit yang dihadapi buruh. Apalagi dengan situasi pandemi Covid-19 yang menghantam semua sektor. Ditambah juga saat ini pemerintah juga berpihak kepada pengusaha. Oleh karena itu diharapkan pemerintah dan pengusaha memiliki hati nurani terhadap penderitaan kaum buruh saat ini.

"Penyampaian melalui media sosial salah satu yang akan kita lakukan dan berharap pemerintah mendengar," tegasnya. 

#Demo   #buruh   #thr   #lebaran   #covid-19