Permintaan Maaf Kapolri Diapresiasi

Danial
Permintaan Maaf Kapolri Diapresiasi

Jakarta, HanTer - Permintaan maaf Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo terkait terbitnya Telegram larangan media yang menimbulkan multitafsir di masyarakat, mendapat apresiasi.

Langkah cepat Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit terkait pencabutan surat telegram nomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 patut diapresiasi,” kata 
Pakar Hukum Pidana dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Suparji Ahmad kepada Harian Terbit, Selasa (6/4/2021).

Menurut Suparji, surat telegram tentang pencabutan itu sudah tepat, sebab yang terpenting Polri bukan melarang penyiaran arogansi, tapi melarang dan mencegah arogansi.

Suparji juga memberi catatan bahwa olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) tetap dapat disiarkan oleh wartawan. Hal ini selama penyiaran tidak mengganggu proses hukum yang berjalan.

"Jadi selama proses hukum bisa berjalan dengan baik, maka wartawan berhak menyiarkan olah TKP. Terlebih agar hak mendapat informasi oleh masyarakat terpenuhi," tuturnya.

Harapannya kedepan kepolisian jika membuat kebijakan harus sesuai dengan konsep Presisi. "Dan jangan sampai melanggar aturan atau undang-undang yang berlaku. Kebijakan jangan sampai kontraproduktif dengan nilai-nilai presisi," jelasnya.

Dicabut

Kapolri dalam keterangan tertulis-nya, diterima di Jakarta, Selasa malam, mengatakan dicabutnya Telegram tentang larangan media tersebut sebagai wujud Polri tidak anti-kritik, bersedia mendengar dan menerima masukan dari masyarakat.

"Dan sekali lagi mohon maaf atas terjadinya salah penafsiran yang membuat ketidaknyamanan teman-teman media, sekali lagi kami selalu butuh koreksi dari teman-teman media dan eksternal untuk perbaikan insititusi Polri agar bisa jadi lebih baik," kata Kapolri.

Mantan Kabareskrim Polri itu meluruskan informasi terkait Telegram Kapolri Nomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 tertanggal 5 April 2021, dan mencabutnya dengan menerbitkan Telegram Nomor ST/759/IV/HUM.3.4.5./2021 tanggal 6 April 2021.

Sigit menjelaskan, niat dan semangat awal dari dibikin-nya surat telegram tersebut yakni meminta agar jajaran kepolisian tidak bertindak arogan atau menjalankan tugasnya sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Jendral bintang empat itu menginstruksikan agar seluruh personel kepolisian tetap bertindak tegas, tapi juga mengedepankan sisi humanis dalam menegakan hukum di masyarakat. "Arahan saya ingin Polri bisa tampil tegas, namun humanis," ujar Sigit. 

#Kapolri   #media   #penyiaran   #tkp   #polisi