KPK Telusuri Aliran Dana ke Nurdin Abdullah

yp
KPK Telusuri Aliran Dana ke Nurdin Abdullah

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri aliran dana dari Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Sulawesi Selatan, Edy Rahmat (ER)  kepada Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif, Nurdin Abdullah. 

Dana itu diduga terkait korupsi pengadaan barang dan jasa, perizinan serta pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021. Konfirmasi pun dilakukan  terhadap dua saksi, yakni Fery Tandiady sebagai pengusaha dan Muhammad Irham Samad, mahasiswa.

"Para saksi didalami pengetahuannya, antara lain terkait dugaan aliran sejumlah uang, baik yang diterima oleh tersangka NA melalui tersangka ER maupun aliran sejumlah uang dari tersangka NA ke berbagai pihak," ujar Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (6/4/2021). 

Menurutnya, KPK juga menjadwalkan ulang dua orang saksi, yakni anggota DPRD Kota Makassar, Eric Horas, dan Idham Kadir, PNS. 

Sebelumnya, KPK menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan serta pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021.

KPK juga menetapkan dua tersangka lain dalam kasus ini. Mereka adalah Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Sulawesi Selatan, Edy Rahmat (ER), yang diduga menjadi perantara suap sekaligus orang kepercayaan Nurdin Abdullah dan seorang kontraktor, Agung Sucipto (AS) yang diduga memberi suap. (*/yp)