Satker Intelijen Kejagung Berkomitmen Bebas Korupsi

zamzam
 Satker Intelijen Kejagung Berkomitmen Bebas Korupsi
Wakil Jaksa Agung RI Setia Untung Arimuladi

Jakarta, HanTer - Bidang Intelijen Kejaksaan Agung berkomitmen bebas korupsi. Satuan kerja (Satker) dibawah komando Jaksa Agung Muda Intelijen Sunarta, pihaknya optimis meraih predikat zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di tahun ini.

Tekad tersebut ditandai dengan pencanangan pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM pada Satker Jamintel Kejagung, yang berlangsung di Menara Kartika Adhyaksa, Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Rabu (7/4/2021).

"Pencanangan ini juga merupakan salah satu syarat dari penilaian mandiri reformasi birokrasi sebagaimana arahan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) selaku bagian dari tim penilai nasional, ujar Sunarta.

Ditambahkan, pencanangan pembangunan zona integritas juga merupakan langkah awal dan bagian dari mensukseskan Reformasi Birokrasi, dengan melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif, efisien dan pelayanan prima.

Sebelumnya Wakil Jaksa Agung RI, Setia Untung Arimuladi, selaku Ketua Tim Pengarah Reformasi Birokrasi (RB) Kejaksaan RI, dalam sambutannya mengatakan, pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM menjadi harapan pemerintah untuk semakin tertanam dalam diri Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Pelaksanaan pembangunan zona integritas jangan sampai dipandang sebagai beban atau keterpaksaan ASN untuk meraih predikat WBK atau WBBM, melainkan pembangunan zona integritas dapat menjadi budaya yang terbangun dengan sendirinya atas dasar kesadaran dan keikhlasan para ASN,” ujar Untung.

Diakui,  dalam membangun zona integritas memang sangat berat dan melelahkan bagi ASN, namun apabila ASN pada semua satuan kerja dalam melakukan perubahan tetap konsisten secara terus menerus maka hal ini dapat meningkatkan pelayanan publik yang berkualitas dan bukan hanya sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah yang dijadikan suatu target bagi satuan kerja.

"Bekerja yang paripurna adalah cara kita mendidik bawahan untuk mampu berkarya dengan ikhlas, yang diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi dalam melakukan perubahan yang lebih baik," ujarnya.