Balongan Meledak! Pasal Kelalaian Bakal Jerat Para Tersangka

Danial
Balongan Meledak! Pasal Kelalaian Bakal Jerat Para Tersangka
Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto. 

Jakarta, HanTer - Dugaan adanya kesengajaan yang menyebabkan kilang balongan meledak dan kerugian negara akibat ledakan tersebut masih di dalami Polri.

Dalam kasus ini Bareskrim Polri masih mendalami seberapa besar kerugian negara akibat ledakan dan kebakaran empat tangki di Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) Balongan, Kabupaten Indramayu.

Dari informasi terkini, Bareskrim Polri, Polda Jabar, dan Polres Indramayu tengah melakukan penyelidikan secara intensif, dimana dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyelidikan di Kilang Pertamina Balongan yang dimulai hari ini, Rabu (7/4/2021), dipimpin oleh Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto. 

Mantan Kabaharkam Polri itu mengatakan, belum mengetahui pasti nominal kerugian negara akibat peristiwa tersebut. Namun pihaknya akan menghitung juga kerugian negara. Kalau memang ada miss dalam manajemen pengelolaan keuangan, nanti dari jajaran tindak pidana korupsi (Tipikor) Divisi Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, akan melakukan penyelidikan lebih jauh.

Komjen Agus menerangkan, olah TKP oleh personel Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, forensik Polda Jabar, dan Polres Indramayu, serta pemeriksaan saksi-saksi dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti meledak dan terbakarnya kilang minyak tersebut.

"Intinya, kami akan melakukan penanganan terhadap, apakah ada kesengajaan atau ada kelalaian yang menjadi penyebab kebakaran atau tidak," ungkap Komjen Agus yang didampingi Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri di Kilang Pertamina Balongan, Indramayu.

Bukan hanya masalah ledakan dan kebakaran empat tangki, Bareskrim Polri juga melakukan penyelidikan juga untuk mempelajari pembangunan kilang minyak tersebut.

"Karena RU VI Balongan ini merupakan objek vital strategis nasional yang tentunya kejadian kebakaran kemarin menjadi perhatian pemerintah dan dunia. Tentu ini harus mendapatkan penanganan yang serius," ungkapnya.

Lanjutnya, hingga saat ini tidak ada laporan polisi dari pihak Pertamina terkait peristiwa ledakan dan kebakaran itu. Karena itu, penyidik membuat laporan polisi model A sebagai tindak awal penyelidikan. 

"Saya sudah perintahkan kepada penyidik untuk membuat laporan polisi model A karena sampai saat ini, Pertamina belum membuat laporan," sebutnya.

Nantinya pasal sangkaan lantaran lalai sehingga terjadi kebakaran. "Ini dugaan kelalaian untuk memudahkan proses klarifikasi," beber Komjen Agus.

Diberitakan sebelumnya, Bareskrim Polri, Polda Jabar, dan Polres Indramayu menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di Kilang Pertamian Refinery Unit (RU) VI Balongan, Indramayu, Rabu (7/4/2021). Sebanyak 52 karyawan PT Pertamina di kilang itu diperiksa.

Para saksi dimintai keterangan terkait penyebab ledakan dan kebakaran empat tangki bahan bakar minyak (BBM) di Kilang Pertamina RU VI Balongan. 

Kabareskrim membentuk tim bersama Polda Jabar dan Polres Indramayu untuk mengungkap penyebab pasti ledakan dan kebakaran empat tangki di kilang pada Senin (29/3/2021) sekitar pukul 01.30 WIB.

Olah TKP yang dilaksanakan oleh personel Pusat Laboratorim Forensik (Puslabfor) Mabes Polri, Forensik Polda Jabar, dan Polres Indramayu di area empat tangki di Kilang Pertamina Balongan yang terbakar. Petugas akan bekerja profesional untuk mengungkap apakah insiden tersebut akibat kelalaian atau ada unsur kesengajaan.

"Selain olah TKP dan memeriksa para pegawai, Bareskrim Polri juga akan memeriksa master plane dan dokumen lain seputar pembangunan kilang," pungkas Komjen Agus.