Pegawai KPK Curi 1,9 Kg Emas Batangan Barang Bukti Kasus Korupsi

yp
Pegawai KPK Curi 1,9 Kg Emas Batangan Barang Bukti Kasus Korupsi
Tumpak Hatorangan Panggabean, Ketua Dewan Pengawas KPK. (instagram official.kpk)

JAKARTA - Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial IGAS, kepergok mencuri barang bukti (barbuk) berupa emas batangan seberat 1,9 kg. Barang yang dicurinya itu terkait kasus korupsi yang menjerat mantan Pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Yaya Purnomo. 

IGAS adalah pegawai Satuan Tugas (Satgas) pada Direktorat Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) KPK. Ia kedapatan mencuri pada akhir Juni 2020, atau saat barang bukti tersebut akan dieksekusi. Oknum ini pun langsung menjalani sidang etik oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK. 

"Benar, dalam dua minggu kami lakukan persidangan terhadap pelanggaran kode etik oleh seorang insan KPK yang kebetulan yang bersangkutan sebagai anggota satgas yang ditugaskan menyimpan mengelola barbuk yang ada pada direktorat labuksi yang ada di KPK," kata Ketua Dewas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean dalam keterangan pers yang juga disiarkan langsung di akun KPK di Instagram, Kamis (8/4/2021).

Menurutnya, emas batangan curian itu kemudian digadaikan. "Jadi sebagian daripada barbuk yang sudah diambil ini yang dikatagorikan pencurian atau penggelapan ini digadaikan oleh yang bersangkutan," ungkap Tumpak.

Maka, Dewas KPK pun mengambil sikap atas perbuatan IGAS. Selain itu, kasus pun dilaporkan ke kepolisian atas dugaan pencurian. 

"Kita putuskan dengan bunyi amarnya bahwa yang bersangkutan melakukan pelanggran kode etik tidak jujur, menyalahgunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadinya dan ini pelanggaran nilai integritas yang ada kita atur sebagai pedoman perilaku untuk seluruh insan KPK," kata Tumpak. (*/yp)