Utang Menumpuk Jadi Alasan Pegawai KPK Curi 1,9 Kg Emas Batangan Barang Bukti Kasus Korupsi

yp
Utang Menumpuk Jadi Alasan Pegawai KPK Curi 1,9 Kg Emas Batangan Barang Bukti Kasus Korupsi

JAKARTA - Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencuri barang bukti emas batangan senilai 1,9 kg. Ia menggadaikannya lalu uangnya digunakan untuk membayar utang. 

Hal itu disampaikan Tumpak Hamorangan Panggabean, Ketua Dewan Pengawas KPK, dalam keterangan pers yang disiarkan langsung melalui akun resmi KPK di Instagram, Kamis (8/4/2021). 

Menurutnya, pencurian dilakukan IGAS, pegawai bagian Satuan Tugas (Satgas) di Direktorat Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) KPK. Sedang emas batangan seberat 1,9 kg adalah barang bukti kasus korupsi yang menjerat mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Yaya Purnomo.

IGAS, sambungnya, telah menjalani sidang kode etik Dewan Pengawas KPK setelah diketahui mencuri pada Juni 2020. Dalam pemeriksaan terungkap mas curian itu digadaikan hingga ia mendapat keuntungan Rp900 juta. 

"Karena yang bersangkutan memerlukan sana untuk bayar utang-utangnya yang cukup banyak," kata Tumpak. 

Ia kemudian mengungkapkan alasan IGAS  memiliki banyak utang. "Utangnya karena yang bersangkutan tersangkut dalam bisnis yang tidak jelas. Bisnis forex-forex gitu," ujarnya. 

KPK menilai apa yang dilakukan IGAS telah melanggar kode etik, juga menyalahgunalan jabatannya. Bahkan KPK siap melaporkannya ke kepolisian. (*/yp)