Ada Embargo, Kedatangan Vaksin Covid-19 Alami Ketidakpastian

yp
Ada Embargo, Kedatangan Vaksin Covid-19 Alami Ketidakpastian
Ilustrasi vaksin Covid-19. (pixabay)

JAKARTA - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyebutkan jadwal kedatangan 100 juta dosis vaksin Covid-19 mengalami ketidakpastian. Salah satu penyebabnya, ada embargo di beberapa negara produsen  vaksin.

"Jadi ada 100 juta dosis vaksin yang sampai sekarang menjadi agak tidak pasti jadwalnya," ungkap Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja bersama dengan Komisi IX DPR, Rabu (8/4/2021).

Menurutnya, ada dua mekanisme mendatangkan vaksin. Pertama melalui mekanisme multilateral dengan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) sebanyak 54 juta dosis secara gratis. Kedua, vaksin Astrazeneca yang didatangkan dengan mekanisme bilateral melalui Bio Farma. 

"Yang bermasalah pertama kali adalah COVAC/GAVI karena ada embargo dari India, suplai vaksin Astrazeneca paling besar dari India sehingga mengalami hambatan," ungkapnya. "Kedua dengan mekanisme bilateral melalui Biofarma dan AstraZeneca sebanyak 50 juta yang bermasalah."

Pihak AstraZeneca Indonesia, sabungnya, hanya bisa mendatangkan 20 juta dosis pada tahun ini. Siaanta, 30 juta dosis pengirimannya diundur sampai 2022.

Budi Gunadi Sadikin menyebut ada lima dari 160 negara di dunia telah memproduksi vaksin sendiri. Kelima negara itu adalah Amerika Serikat, China, India, Inggris, dan Rusia.

Namun dari lima negara itu  sebagian memiliki kebijakan tidak mengekspor vaksin yang dibuatnya. "Yang AstraZeneca itu tidak ada perubahan harga jadi tetap dengan harga awal, dan mereka hanya mengundurkan jadwalnya, tadinya 50 juta di 2021 menjadi 20 juta di 2021 dan 30 juta di 2022," katanya.  (*/yp)