Calon Ketum AAI, Palmer Situmorang Bertekad Kembalikan Kejayaan Organisasi

Safari
Calon Ketum AAI, Palmer Situmorang Bertekad Kembalikan Kejayaan Organisasi

Jakarta, HanTer - Salah satu calon Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), Palmer Situmorang bertekad mengembalikan kejayaan AAI sebagai wadah profesi Advokat yang independen. Ia ingin menyempurnakan pendataan anggota dan pelayanan bantuan hukum cuma-cuma (probono) melalui Pos Bantuan Hukum (Posbakum) sehingga menjadii organisasi Advokat Independen yang kuat.   

 

"Ada tiga program prioritas yang akan dilaksanakan apabila terpilih dalam Musyawarah Nasional (Munas) AAI pada Juni mendatang di Bandung," kata Palmer di Jakarta, Jumat (9/4/2021).

 

Pertama, mengaktifkan lagi cabang-cabang (DPC) organisasi tersebut di seluruh Indonesia. Saat ini hanya 18 cabang yang mengikuti Munaslub 2018 di Jakarta. Oleh karenanya jika tidak segera dibenahi, maka bisa saja AAI hilang dan tinggal sejarah. Kedua, memperbaharui direktori anggota yang merupakan database para anggota AAI yang berbasis teknologi informasi yang tujuannya untuk justifikasi dan validasi keanggotaan AAI

 

“Sudah 16 tahun kita tidak memiliki basis data yang pasti tentang keanggotaan organisasi ini. Terakhir di-updating pada 2015," ungkapnya.

 

Ketiga, menggerakkan semua Korwil agar menghidupkan Posbakum secara aktif, agar selain membantu masyarakat pencari kedilan secara pro bono (cuma-cuma) dan bisa menjadi tempat para advokat mempraktekkan ilmu yang sudah dipelajari saat kuliah. Diharapkan Posbakum dapat menjadi lapangan untuk praktek kemampuan dalam beracara dan menjadi tempat latihan bagi para anggota untuk menjadi calon pemimpin di masyarakat.

 

Menurut Palmer, AAI harus bisa menjadi organisasi yang strong. Artinya, AAI harus ikut dalam berbagai keputusan penting yang menentukan kehidupan bernegara. “Contohnya di Amerika Serikat, sebagian besar anggota Senat, Kongres, bahkan Presiden berasal dari kalangan advokat. Mereka menjadi tokoh utama dibalik pembuatan berbagai peraturan dan perundangan. Advokat turut mengawal menentukan jalannya hukum dan juga ikut mengawasi pemerintah," terangnya.

Menanggapi wacana yang di sebagian anggota ingin agar para anggota organisasi AAI yang tersebar di organisasi lain untuk kembali dan hanya menjadi anggota AAI saja, Palmer pada dasarnya menyetujui hal itu. “Kita benahi dan perkuat dulu organisasi ini. Setelah itu kita kembalikan aspirasi ini ke floor atau ke para anggota. Toh yang berperan di tiga organisasi Peradi kan anggota AAI juga,” ujarnya.

 

Seperti diketahui, sejak terbit Surat Ketua Mahkamah Agung No. 73/KMA/Hk.01/IX/2015 tanggal 25 September 2015, kedudukan semua organisasi advokat sudah sejajar karena dapat mengadakan PKPA sendiri, melantik dan mengajukan penyumpahan anggota di Pengadilan Tinggi (PT) yang kemudian diterbitkanlah Berita Acara Sumpah (BAS) PT yang akan digunakan saat beracara di pengadilan. Maka tidak perlu harus jadi anggota PERADI untuk dapat beracara. Sedangkan Rekomendasi Munaslub AAI 2018 adalah organisasi ini konsen pada organisasi dan memantapkan diri sebagai organisasi advokat yang independen.

#Aai   #advokat