Puan Duet dengan Ketua Umum Gerindra, Anies Baswedan Paling Potensial di Pilpres 2024

Sammy
Puan Duet dengan Ketua Umum Gerindra, Anies Baswedan Paling Potensial di Pilpres 2024

Jakarta, HanTer - Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 nampak masih jauh. Namun, sejumlah nama bermunculan dan digadang-gadang layak menjadi calon presiden. Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) mengungkap, elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menempati posisi tertinggi dalam peta kekuatan kontestasi Pilpres 2024. Bahkan Anies menggeser elektabilitas Prabowo Subianto

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menjelaskan Anies mendapatkan angka 15,8 persen capaian suara responden yang paling banyak untuk maju sebagai calon presiden. Nama Anies bahkan menggeser Prabowo Subianto.

"Faktanya, Pak Prabowo tidak lagi mendominasi dalam catatan IPO. Yang mendominasi masih Anies Baswedan dengan 15,8 persen," kata Dedi diskusi virtual Polemik Trijaya bertajuk 'Evaluasi Kabinet & Peta Politik 2024', Minggu (11/4/2021).

Prabowo-Puan

Sementara itu pengamat politik dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Setia Budhi Rangkasbitung Harits Hijrah Wicaksana menyebutkan pasangan Prabowo Subianto dan Puan Maharani dimungkinkan diduetkan pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

"Bisa saja pasangan Prabowo-Puan dimajukan pada Pilpres 2024 itu," kata Ketua STISIP Setia Budhi Rangkasbitung Harits Hijrah Wicaksana di Lebak, Banten, Minggu.

Sandiaga

Dedi menjelaskan, ada nama lain yang bertengger setelah Anies yakni nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 12,6 persen. Selanjutnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dengan elektabilitas 9,5 persen.

"Ridwan Kamil 7,9 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 7,1 persen, baru kemudian Prabowo Subianto," kata dia. 

Ia mengatakan, Menteri Pertahanan Prabowo memang bukan dari politikus generasi muda. Namun, dominasi di Partai Gerindra dan posisinya di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan nilai lebih.

"Kalau dilihat dari kabinet, sebetulnya yang paling berpotensi dan populer memang mau tidak mau adalah Prabowo Subianto," ujar Dedi.

Tiga Nama

Direktur Riset Populi Center, Usep Achyar, menilai semua nama tersebut memang sudah lama muncul. Menurutnya, nama-nama tersebut dinilainya layak untuk menjadi presiden. Bahkan, nama mereka selalu teratas di sejumlah versi dan merupakan media darling. Terutama nama Prabowo, Ganjar dan Anies.

"Mereka punya instrumen aktualisasi diri yang cukup disorot dalam hal ini menduduki jabatan penting di pemerintahan," kata Usep di Jakarta, Minggu (11/4/2021).

Ia menerangkan, tiap nama memang memiliki keunggulan. Salah satunya, lanjut dia, Anies. Posisi mantan menteri pendidikan itu tampak diposisikan berhadapan dengan Presiden Jokowi.

Ia melihat, Anies bisa mengambil ceruk masyarakat yang tidak memilih Jokowi pada Pilpres 2019 lalu.

Di samping itu, Anies mendapat persepsi bagus dari publik. Mereka melihat Anies punya nilai tersendiri soal kepemimpinan seperti soal kecerdasan atau keterampilan memimpin.

"Saya kira ini yang kemudian menjadi ceruk Anies yang dimainkan itu menjadi kecerdasan tersendiri bagi Pak Anies untuk memainkan ini," katanya.

Sementara untuk Prabowo, publik dirasa sudah sangat paham. Modal sebagai menteri pertahanan tentu memberi peran besar. Untuk itu ketua umum Partai Gerindra tersebut harus bisa menunjukkan keberhasilan. Sehingga ke depan menambah poin Prabowo. Walaupun mungkin banyak orang kecewa dengan bergabungnya Prabowo dengan Jokowi.

Antusiasme 

Sementara itu, Pengamat Politik Hendri Satrio menyebut masyarakat antusias dengan isu Pilpres 2024 mendatang. Pernyataan Hendri tersebut didukung adanya beberapa poster calon presiden (Capres) dan wakil presiden (cawapres) 2024 mulai tersebar di tengah masyarakat.

Hendri memberi contoh, poster yang baru-baru ini muncul. Seperti poster sosok Puan Maharani dengan Moeldoko, lalu Jusuf Kalla dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Dapat dilihat banyak kelompok masyarakat mendeklarasikan pasangan Capres-cawapres, terlepas itu hoaks atau tidak. Beredarnya poster Puan-Moeldoko, atau JK-AHY atau nama nama lainnya. Membuat antusias kita terhadap Pilpres 2024 yang akan mengusung calon presiden mulai terlihat," jelas Hendri di Jakarta, Minggu (11/4/2021).

Hendri yang juga pengajar komunikasi politik Universitas Paramadina ini menilai, beberapa partai politik juga sudah mengumumkan nama capres yang diusung. Melihat antusiasme ini, bagi Hendri, wacana presiden 3 periode ini bisa dihiraukan.

Ia berharap isu perpanjangan masa jabatan presiden ini tak akan terjadi. Lebih lanjut, Hendri mengatakan, antusiasme ini bisa didukung oleh pihak pemerintah dengan beberapa cara. 

#Pilpres   #prabowo   #anies   #ganjar