Doa Semua Agama, Ustadz Ali: Innalilahi Wainna Illahi Rojiun 

Harian Terbit/Safari
Doa Semua Agama, Ustadz Ali: Innalilahi Wainna Illahi Rojiun 
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

Instruksi Menteri Agama (Menag) Yaqult Cholil Qoumas terkait doa dari semua agama yang diakui Indonesia untuk dibacakan ketika akan memulai suatu acara di lingkungan Kementerian Agama dipersoalkan.

Pendiri Lembaga Solidaritas Hijrah, Ustadz Ali Yusuf SH sampai mengucapkan Innalilahi wainna illahi rojiun untuk instruksi Menag tersebut. Ucapan innalilahi tersebut sebagai ungkapan kekecewaan atas pernyataan Menag. Apalagi Indonesia mayoritas berpenduduk agama Islam yang harusnya mengadopsi kepentingan umat Islam.

"Saya secara pribadi mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Semoga Allah memberikan pemahaman agama yang baik kepada Menag," ujar Ustadz Ali Yusuf SH kepada Harian Terbit, Minggu (11/4/2021).

Ustadz Ali menegaskan, jika orang yang iman dan takwanya benar pasti akan menyampaikan kekecewannya dan mengecam pernyataan ajakan Menag menyerukan semua kegiatan di lingkungan Kementerian Agama dibacakan doa dari semua Agama. Oleh karena itu seruan Menag tersebut jelas menyimpang dari akidah umat Islam yang menyembah Allah SWT. 

Ustadz Ali menilai, ajakan Menag untuk berdoa dengan semua agama merupakan bagian dari fitnah dunia.  "Nabi bersabda, "Apabila suatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya.”  (HR Bukhari). 

Hilang Akal

Sebelumya, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas juga menyebut Menag hilang akal yang menginstruksikan  semua kegiatan di lingkungan Kementerian Agama dibacakan doa dari semua agama. Anwar merasa bingung dengan maksud perkataan Yaqut, lantaran ia merasa mayoritas agama di tiap-tiap daerah itu berbeda.

"Jadi bingung sendiri yang dilakukan oleh Menteri Agama ini, kalau di daerah yang mayoritas Islam seperti di Aceh, itu cukup dengan (doa) ajaran Islam, tetapi kalau di Bali ya (doa) Hindu, kalau di NTT ya (doa) agama Katolik, kalau di Sulawesi Utara (doa) Protestan ya," ujar Anwar Abbas, seperti dikutip Indozone, Selasa (5/4/2021).

Mantan Sekretaris Umum MUI itu juga mengatakan, semestinya Yaqut melihat terlebih dahulu pembicara dan mayoritas peserta yang hadir dalam suatu acara Kemenag sehingga mengikut ke agama tersebut. "Kita kan negara demokrasi yang menjunjung tinggi toleransi, toleransi itu baru punya makna itu kalau dia diletakkan di tengah-tengah perbedaan. Kalau saya orang Islam, ya, ucapkanlah salam secara orang Islam," ujar Anwar.

"Kalau salam juga mau digabung ya itu namanya homogenisasi dan itu tidak mencerminkan pluralitas," lanjutnya.

Anwar bahkan mengkritik Menag dan menyebut tidak punya akal lantaran menganggap membacakan doa agama tertentu yang tidak ada penganutnya hanyalah sia-sia. "Menteri Agama ini kurang ngerti tentang toleransi. Itu namanya Menteri yang menurut saya kehilangan akal, terlalu diobsesi oleh persatuan dan kesatuan. Persatuan dan kesatuan itu tidak rusak oleh keberbedaan," sambung Abbas.

Jadi Haram 

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Ketua Bidang Ukhuwah dan Dakwah KH. Cholil Nafis mengaku tidak mempermasalahkan terkait doa bersama semua agama karena hal itu sebagai sesuatu yang sederhana. 

“Masalahnya sederhana soal baca doa. Itu sudah biasa doa dipimpin pemeluk agama di tempat itu yang mayoritas,” cuit akun Twitter @cholilnafis, Kamis (8/4/2021).

Menurutnya, doa bersama boleh dilakukan, tetapi pihak yang memimpin merupakan pihak mayoritas dan yang lain berdoa sesuai keyakinan.
“Dan yang agama lain berdoa sesuai keyakinannya masing-masing,” tutur Ketua Bidang Ukhuwah dan Dakwah tersebut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta setiap acara yang berlangsung di Kementerian Agama turut memberikan kesempatan kepada agama lain dalam mengisi doa dan tidak hanya doa untuk agama Islam saja. Pernyataan itu disampaikan Yaqut saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama secara daring dan luring yang berlangsung mulai Senin hari ini hingga Rabu.

Yaqut Cholil Qoumas mempertanyakan polemik terkait doa dari semua agama yang diakui Indonesia untuk dibacakan ketika akan memulai suatu acara. Dia mengaku bingung ketika inisiatif pembacaan doa dari semua agama justru dipertanyakan.

"Jadi salahnya doa ini apa sih. Orang disuruh doa kok ribut, salahnya doa ini apa? Ini pertanyaan saya, saya boleh dong nanya. Salah doanya apa, kan tak ada salahnya," kata Yaqut saat menggelar rapat dengan DPR Komisi VIII, Kamis (8/4).

Hal ini diungkap Yaqut sekaligus menanggapi pernyataan dan pertanyaan Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra Jeffry Romdoni. Sebelumnya, Jeffry mengusulkan agar Yaqut mengkaji dulu sebelum menyampaikan ide tersebut.

#Menteri   #agama   #doa   #islam