Siapa Rebut Kursi Mega, Trah Sukarno atau PDIP Kader

us
Siapa Rebut Kursi Mega, Trah Sukarno atau PDIP Kader

Suka atau tidak regenerasi akan selalu terjadi dalam setiap organisasi. Demikian pula di tubuh partai politik, baik itu partai kecil atau besar seperti PDI Perjuangan.

PDI Perjuangan merupakan salah satu partai yang diam-diam sedang memikirkan soal regenerasi pimpinan puncaknya yang saat ini berada di tangan Megawati. Sebagaimana diketahui Megawati merupakan ketua umum paling lama tidak tergantikan saat ini. Jika menunggu konggres, penggantian ketua umum masih 3-4 tahun lagi atau 2024, tetapi kalau semua sepakat kapanpun kongres bisa dilaksanakan.

Soal dari mana sosok yang akan menggantikan Megawati nantinya, sudah pasti dari trah Sukarno. Sangat sulit bagi siapapun orangnya untuk dapat menembus ring ini. 

Dari trah Sukarno, terdapat garis Megawati dan Guntur. Dari Megawati yang namanya sudah disebut ada Puan Maharani dan Prananda  Prabowo. Sedangkan dari garis Guntur ada Puti Guntur.

Di kalangan PDIP atau pandangan pengamat, dua tokoh terkuat yang akan duduk sebagai calon ketua umum dari garus Megawati, yaitu antara Puan Maharani dan Prananda Prabowo. Sebenarnya ada satu lagi putra Megawati bernama Muhammad Rizki Pratama yang merupakan kakak dari Prananda. Ketiganya merupakan putra putri dari Megawati. Ayah Prananda dan Rizki adalah Surindro Supjarso (alm) seorang penerbang. Sedangkan ayah Puan adalah Taufik Kiemas (alm) yang pernah menjabat sebagai Ketua MPR RI.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kota Solo FX Hadi Rudyatmo sudah mulai bersuara lantang mengenai 'suksesi' puncak pimpinan PDIP. Dia menyebut Prananda Prabowo yang cocok menggantikan Megawati pada Konggres 2024. Alasan Rudy, Prananda tipe pemikir dan tidak banyak kepentingan.

Peneliti LIPI Wasisto Raharjo Jati menilai sosok Prananda cocok untuk PDIP. Dia memiliki kedekatan dengan internal PDIP. Diakui, Prananda lemah di luar partai, tetapi yang terpenting bagi PDIP adalah soliditas partai ketika dilepas Megawati. Kakak Prananda, Muhammad Rizki meskipun memiliki trah Sukarno, kurang tertarik dengan dunia politik.

Sedangkan Puan Maharani memiliki pengalaman yang lebih lengkap baik di legislatif maupun di eksektif. Puan juga mempunyai kekuatan menjaga soliditas karena sudah lama bersama-sama dengan kader PDIP. Memang sejauh ini, belum ada yang menonjol dari kiprah sosok Puan baik di internal maupun eksternal, meski pernah di legislatif dan eksekutif sudah lengkap.

Dari luar garis Megawati ada Puti Guntur yang juga sudah berpengalaman di legislatif. Tapi untuk kursi ketua umum memang perlu diuji lagi. Debut totalitasnya baru terlihat saat maju sebagai calon gubernur di Jawa Timur tetapi kalah dari pasangan lain.

Untuk calon dari luar trah Sukarno, diantaranya ada Joko Widodo, Ganjar Pranowo dan Tri Rismaharini. Mereka memiliki kemampuan karena sebagai kader dan punya kedekatan dengan PDIP. Mereka punya nama saat ini, tapi peluangnya masih di bawah, atau sama dengan kebanyakan tokoh-tokoh PDIP lainnya, karna bukan trah Sukarno.(us)