Densus 88 Kembali Tetapkan Dua Orang Terduga Teroris Sebagai Buron

Danial
Densus 88 Kembali Tetapkan Dua Orang Terduga Teroris Sebagai Buron
Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan

Jakarta, HanTer - Densus 88 Antiteror Mabes Polri kembali menambah daftar pencarian orang (DPO) terorisme di wilayah DKI Jakarta. Namun, Korps Bhayangkara belum dapat merinci, apa peranan dari dua DPO tersebut.

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan menyatakan, Densus 88 Antiteror memang menambah dua lagi DPO teroris. Keduanya, bernama Sanny Nugraha dan Saiful Basri.

"Iya benar (ada tambahan dua DPO teroris)," ucap dia dalam keterangannya, Selasa (13/4/2021).

Ramadhan menjelaskan, sampai saat ini belum ada penambahan DPO teroris yang ditangkap lagi. Dia juga belum dapat merinci, apa peranan dari dua DPO baru yang ditetapkan.

 "Belum ada (yang ditangkap lagi)," ujarnya.

Berdasarkan informsi yang didapat, dua DPO baru Densus 88 Antiteror merupakan anggota organisasi terlarang Front Pembela Islam (FPI). 

Keduanya, terancam dikenakan Pasal 15 Jo Pasal 7 Jo Pasal 9 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018, tentang perubahan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003.

Sebelumnya, Densus 88 mengumumkan empat terduga teroris di wilayah Jakarta, yakni YI, AN, ARH dan NF. Dari empat DPO tersebut, satu terduga dengan inisial AN telah ditangkap. 

Keempatnya, diduga berkaitan dengan teroris yang lebih dulu ditangkap Condet, Jakarta Timur, Bekasi dan Jakarta Barat, pada akhir Maret 2021.

Densus 88 pun masih melakukan pengejaran terhadap tiga teroris lainnya. Ketiganya diketahui merupakan anggota Laskar FPI.

Mereka disebut mengetahui pembuatan bom oleh teroris Husein Hasni. Bahkan, target sasaran anggota TNI-Polri, industri masyarakat China dan SPBU telah ditentukan.