Tingkatkan Kemampuan Perawat, PPNI Jakut Gelar BTCLS Bareng Pro Emergency 

Safari
Tingkatkan Kemampuan Perawat, PPNI Jakut Gelar BTCLS Bareng Pro Emergency 
Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia DPD PPNI Jakarta Utara menggelar pelatihan keperawatan gawat darurat atau Basic Trauma dan Cardiac Life Support (BTCLS).

Jakarta, HanTer - Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia DPD PPNI Jakarta Utara menggelar pelatihan keperawatan gawat darurat atau Basic Trauma dan Cardiac Life Support (BTCLS). Kegiatan ini digelar di salah satu hotel di Sunter Jakarta Utara dari tanggal 7 hingga 10 April 2021.

Ketua DPD PPNI Jakarta Utara H. Maryanto SKM, S.Kep, Ns, mengatakan, kegitan ini merupakan upaya PPNI dalam meningkatkam kualitas pelayanan kepada semua pasien, terutama masyarakat yang terpapar Covid 19.

"Yang pasti perawat harus selalu siap siaga karena pandemi mengisyaratkan apapun dapat terjadi sewaktu-waktu. Artinya para perawat yang tergabung di PPNI harus selalu memperbaharui keilmuanya dengan standart kurikulum dari DPP-PPNI dan Kemenkes RI," ujar Maryanto yang juga Satgas Perlindungan Nakes BNPB, Selasa (13/4/2021).

Maryanto mengatakan, para perawat harus bisa meningkatkan kompetensi diri serta keilmuan profesi agar mampu menghadapi situasi buruk dalam masa kritis pada kesehatan.

"Dimasa pandemi ini tidak ada alasan untuk berhenti belajar dan upgrade kelimuan keperawatan gawat darurat (KGD) perawat harus terus menjadikan dirinya selalu kompeten dalam berprofesi, supaya lebih memiliki karakter dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan kepada pasien dan masyarakat luas apapun kondisinya," katanya.

"Oleh karena itu PPNI Jakarta Utara akan selalu hadir dalam ruang-runag waktu dalam memberikan advokasi tidak saja soal kesejahteraan akan tetapi juga pemenuhan hak untuk cerdas tanpa batas agar dapat menjaga kemitraan yang sejajar terhadap kolega profesi lainya karena setelah BTCLS akan ada pelatihan ACLS yang juga menjadi wajib bagi profesi dokter pada umumnya," tambahnya.

Sebagai informasi, pelatihan ini merupakan angkatan ke IV yang diikuti oleh 37 peserta dari berbagai isntitusi fasyankes baik RSUD, RS swasta, pendidikan tinggi keperawatan dan juga klinik. Pelatihan ini juga melibatkan instruktur dari Lembaga Diklat ternama yaitu Pro Emergency yang telah mengantongi Authorized Training Center (ATC) dari American Heart Association (AHA) dan akreditasi organisasi profesi serta Kemenkes RI.

Sekedar gambaran, mekanisme pelatihan ini dibagi dalam dua sesi, yakni pada tanggal 7 hingga 9 april 2021 dilakukan secara online untuk memperdalam ilmu bagaimana dalam hal penanganan pasien kedalam kondisi darurat. Sedangkan sesi kedua digelar oada pada 10 april 2021 yang digelar secara offline dengan melakukan uji skill station secara full.

Terkait hal ini, Maryanto berharap para peserta bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat di masing-masing tempat kerja serta mendapat dukungan dari Pemprov DKI Jakarta dalam bentuk bantuan dana kepada perawat yang ingin meningkatkan kapasitas mereka.

"Sebab selama ini seluruh pembiayaan ditanggung peserta, artinya perawat hari ini dapat diakatakan profesi yang paling nasionalis, pancasilais, dan  profesi yang paling mencintai republik ini tanpa cela siap berjuang melawan covid 19 secara naluri dan sukarela," katanya.

Sementara itu Direktur Utama Pro Emergency Jajat Sudrajat  menambahkan, pelatihan BTCLS merupakan salah satu syarat dalam menambah kemampuan yang harus dimiliki oleh perawat dalam menangani pasien, khususnya dalam memberikan tindakan pertolongan pertama dan bersifat wajib bagi para perawat.

"Dalam kondisi emergensi, seorang perawat diharapkan mengetahui manajemen tindakan yang harus dilakukan mulai dari kepala sampai kaki, segala jenis trauma serta jika kondisi ada bencana baik alam maupun buatan, perawat harus paham apa yang harus dilakukan. Inilah yang kita latih, Pro Emergency memberikan standart kurikulum AHA agar perawat dapat mahir dan berpengetahuan sejajar terhadap mitra profesi lainya," tutupnya.