KPK Sita Dokumen Transaksi Perbankan Nurdin Abdullah

yp
KPK Sita Dokumen Transaksi Perbankan Nurdin Abdullah

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita dokumen transaksi perbankan Bank Sulselbar, Makassar dari tersangka Nurdin Abdullah, pejabat Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan. 

Penyitaan dilakukan setelah penyidik memeriksa Mawardi, pegawai Bank Sulselbar. "Mawardi, pada yang bersangkutan dilakukan penyitaan berbagai dokumen terkait transaksi perbankan dari tersangka NA," kata Plt juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (15/4/2021).

Selain Mawardi, penyidik juga memeriksa Siti Abdiah Rahman, pegawai BUMN, terkait dengan proses penarikan sejumlah uang oleh tersangka penyuap Nurdin, Agung Sucipto (AS. Diduga uang itu diberikan kepada Nurdin melalui tersangka Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Sulawesi Selatan, Edy Rahmat (ER).

Ali menyebut KPK juga memeriksa Sri Wulandari, pihak swasta, dan seorang PNS bernama Sari Pudjiastuti.

"Didalami pengetahuan para saksi mengenai dugaan penerimaan sejumlah uang oleh tersangka NA yang merupakan pemberian dari pihak-pihak tertentu yaitu para kontraktor di antaranya dari tersangka AS," katanya.

KPK menetapkan Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan serta pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021.

Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan status tersangka pada Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Sulawesi Selatan, Edy Rahmat selaku pihak yang diduga sebagai perantara suap sekaligus orang kepercayaan Nurdin Abdullah. 

Satu tersangka lain adalah kontraktor, Agung Sucipto  selaku pemberi suap.

Nurdin diduga menerima suap Rp2 miliar dari Agung Sucipto melalui perantaraan Edy Rahmat. Nurdin diduga menerima gratifikasi dari kontraktor lain Rp3,4 miliar. (*/yp)