PPKM Mikro Diperpanjang dan Diperluas

yp
PPKM Mikro Diperpanjang dan Diperluas
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (instagram airlanggahartarto_official)

JAKARTA - Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro diperluas dan diperpanjang mulai 20 April hingga 3 Mei 2021. Sistem ini dinilai mampu menekan kasus aktif Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menyebutkan  perluasan PPKM Mikro mengacu pada parameter jumlah kasus aktif. Ia juga menyampaikan penambahan lima provinsi, yaitu: Sumatera Barat, Jambi, Bangka Belitung, Lampung, dan Kalimantan Barat. 

Menurutnya, dalam 4 bulan terakhir sejak PPKM dan PPKM Mikro diterapkan, persentase rata-rata kasus aktif bulanan terus menurun. Tercatat mulai Januari menurun 15,43 persen, Februari 13,57 persen, Maret 9,52 persen, dan April 7,23 persen.

"Sementara, jumlah kasus aktif mingguan pun terus menurun sejak PPKM Mikro. Dapat dilihat dari minggu kedua Februari sebesar 176.291 kasus per minggu, dalam 2 bulan di minggu ketiga April menjadi 106.243 kasus per minggu," jelas Airlangga, Senin (19/4/2021).
 
Jika dalam empat bulan terakhir sejak PPKM dan PPKM Mikro diterapkan, persentase rata-rata kasus aktif bulanan terus menurun, mulai dari Januari sebesar 15,43 persen; Februari 13,57 persen; Maret 9,52 persen; dan April 7,23 persen.

Mengenai angka keterpakaian Tempat Tidur (TT) atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di RS Rujukan per 18 April 2021 menunjukkan bahwa tidak ada provinsi yang memiliki BOR lebih banyak atau sama dengan 70 persen.


mengenai angka keterpakaian Tempat Tidur (TT) atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di RS Rujukan per 18 April 2021 menunjukkan bahwa tidak ada provinsi yang memiliki BOR ≥60 persen.

Sebanyak 4 Provinsi dengan BOR sebesar 50 persen - 60 persen yaitu Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, NTT dan Sumatera Selatan. Sedangkan 30 Provinsi lainnya memiliki BOR < 50 persen. Sementara, rata-rata nasional angka BOR (per 18 April 2021) adalah 34,93 persen.

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa berdasarkan hasil evaluasi atas penerapan PPKM Mikro Tahap V, maka diputuskan selain perpanjangan penerapannya ke Tahap VI (20 April sampai 3 Mei 2021), juga dilakukan perluasan cakupan provinsi yange menerapkanya. 

Upaya mengendalikan kasus Covid-19, maka selama Ramadhan hingga diterbitkan berbagai kebijakan dan aturan dalam rangka pengendalian Covid-19. Di antaranya dengan larangan mudik, pengendalian transportasi selama lebaran, pembatasan kegiatan mudik untuk pekerja buruh dan pekerja migran, pembatasan bepergian ke luar daerah. (*/yp)