Hentikan Proyek IKN, Perkuat Alutsista Maritim

Alee
Hentikan Proyek IKN, Perkuat Alutsista Maritim

Jakarta, HanTer - Pengamat Kebijakan Publik Syafril Sjofyan meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghentikan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru dan proyek-proyek infrastruktur lainnya yang tidak menjadi prioritas. 

Sebaiknya, kata Syafril,  presiden untuk membangun armada perang laut yang modern karena Indonesia negara kelautan. Selain itu, harus memprioritas untuk perang melawan Covid-19 dan meningkatkan kesejahteraan rakyat menengah kebawah selama pandemi.

“Faktanya Pemerintah sangat rajin dan jor-joran membangun infrastruktur, yang terkadang tidak merupakan prioritas utama di antaranya seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Saat ini biayanya malah naik terus dari rencana awal. Begitu juga dengan membangun Ibu Kota Negara (IKN) baru, terkesan dikejar target. Sementara prioritas utama menjaga kedaulatan negara terabaikan,” kata aktivis Pergerakan 77/78 ini.

Menurut Sekjen FKP2B ini, Presiden sudah seharusnya sadar sesadar-sadarnya, tinggalkan egosentris untuk membangun IKN yang membutuhkan dana besar. Lazimnya pembangunan infrastruktur dalam perjalanan akan selalu membengkak. Sementara IKN baru tidak merupakan kebutuhan yang mendesak.

“Utamakan prioritas untuk perang melawan Covid-19 dan meningkatkan kesejahteraan rakyat menengah kebawah selama pandemi. Kemudian bangun armada perang terutama armada laut yang kuat dan modern. Perbanyak kapal perang untuk menjaga garis pantai yang demikian luas,” paparnya.

Indonesia sebagai negara besar dan berdaulat, lanjut Syafril, seharusnya malu dengan seringnya kapal dari Cina yang menerobos masuk apapun alasannya, dan kita tidak berdaya.

Saat ini RRC memperluas batas territorial laut mereka tanpa peduli dengan batas laut yang disepakati pada dasar hukum internasional untuk kelautan, UNCLOS.

“But not least, Presiden Jokowi harus segera menghentikan rencana membangun IKN baru serta infrastruktur yang tidak merupakan prioritas,” ujar Syafril dalam keterangan tertulis yang diterima Harian Terbit, Minggu (25/4/2021).

Utang Budi

Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Prabowo Subianto di Jakarta, Minggu, mengatakan negara berutang budi kepada 53 prajurit KRI Nanggala-402 yang gugur dalam tugas serta seluruh keluarganya.

“Kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan, semoga selalu diberikan kekuatan, negara ini berhutang budi terhadap rasa kehilangan yang kalian rasakan ini,” kata Prabowo sebagaimana dikutip dari akun Instagram resminya @prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menyampaikan ucapan belasungkawa atas tragedi karamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan utara Pulau Bali.

Pada penghujung ucapan dukanya, Prabowo lanjut memberi salam penghormatan terakhir kepada para prajurit Satuan Hiu Kencana itu.

“KRI Nanggala-402, kami titipkan kedaulatan laut Indonesia kepada kalian. Selamat jalan. Selamat berlayar menuju keabadian,” tulis Prabowo dalam ucapan dukanya. 

#Alutista   #tni   #senjata